Lost Direction

Istilah yang aneh. Artinya apa ya ?. Tapi saya memang belum menemukan istilah yang tepat. Shock ?… hmmm, sedikit. Tapi gak juga. Heheh…

Puluhan tahun kerja di perusahan jasa, senang bisa menjadi bagian yang membuat perusahaan itu tumbuh dan berkembang pesat. Pulhan tahun ?. Yes, saya seorang pengabdi. Sebuah kenikmatan besar bagi saya bila hasil pemikiran dan pekerjaan saya menghasilkan sebuah perbaikan dan kemajuan.

Namun memang perjalanan hidup dalam pekerjaan tidak selalu mulus.  Ada saja hambatan dan kejadian kejadian yang membaut kita  kesal atau malah tertawa terbahak bahak. Tetapi itu semua adalah bumbu pembangkit semangat dan kekayaan pengalaman yang menempa kita serta menjadi pelajaran untuk masa berikutnya.

Kendala biasanya bentuknya generik atau malah unik. Generik itu misalnya masalah biaya, kemampuan SDM, timing, masalah infrastruktur, terbentur regulasi atau kepentingan pribadi dan lain lain. Yang unik juga ada, yang tidak biasa kita temukan di mana mana.

Nah, dari sekian banyak kejadian unik, dibawah ini kejadian kejadian yang paling unik. Yang membuat kita jadi ‘nano-nano’, mau menangis,  tertawa, terheran heran dan marah semua membaru jadi satu. Yang membuat kita jadi ‘Lost Direction’ alias kehilangan arah. Seperti sepercik air yang jatuh diatas batu lalu pecah berantakan….

Beberapa peristiwa yang membuat saya jadi kehilangan arah, diantaranya :

  1. Saya ditugaskan manajemen untuk membentuk konsep dan menjalankan unit kerja Pelayanan Nasabah. Dari hasil survey kepuasan nasabah ternyata proyek ini menjadi ‘urgent’. Setelah belajar kemana mana dalam waktu yang tidak lama, mengumpulkan pembanding, meminta dukungan divisi lain, mengetes seberapa besar ‘penolakan’, menetapkan konsep. Konsep diajukan. Dan BYAAR !. Sang manajemen mengatakan bahwa perusahaan tidak perlu Konsep baru dan Unit Kerja Pelayanan Nasabah. Karena semua pegawai adalah pelayanan nasabah. GUBRAAAK !.
    (Padahal jika 8 dari 10 perusahaan jasa punya unit kerja pelayanan nasabah, maka kita ada salah satu dari 2 sisanya)….
  2. Setelah dijitak bos karena saya mengatakan kita belum ‘True Marketing’, saya tetap menyusun konsep yang diambil dari teori – teori Kottler dan Markplus. Konsep diajukan ‘this is what marketing should do’….. Lalu manajemen berkata bahwa Marketing Plan ini terlalu luas. Ini adalah long term plan yang teoritis. Bagaimana dengan penjualan di tempat anda ?. GUBRAAAAAK (lagi) !.  Again, kok masih ada yang belum bisa membedakan Selling dan Marketing.
    (Susah banget ya ketemu orang yang Visioner . Padahal ketika semua orang di perusahaan bertanya ‘kita mau kemana’, pemasaran sudah mengajukan konsep ‘kita kesana dengan begini caranya’).
  3. Salah satu fungsi utama Marketing adalah meningkatkan value perusahaan. Bagaimana posisinya dalam industri. Ketika kita mencoba memposisikan kembali misalnya dengan mencoba meraup ‘kue’ lebih banyak dalam industri, tentu saja agar perusahaan tidak tenggelam (fade) dalam perubahan – perubahan yang terjadi. Kami kemudian mencoba mengusulkan sebuah peningkatan dengan sedikit perubahan. Proposal ini adalah proposal rutin setiap ahir tahun. Dengan sedikit deg degan karena pertumbuhan yang kami usulkan tidak besar. Takutnya dinilai terlalu kecil.
    Gubraakk KROMPYAANG… !… Sang Manajemen mengatakan pertumbuhan terlalu besar dan tidak mungkin dicapai.
    (‘OMG, are we flying to high so that everybody cannot see what we see ?. Dont they know there is a warning behing the change ?’ ).

Tentu saja hal ini sudah lama lewat dan berlalu. Pengalaman yang sangat berharga. Mungkin ini masih lanjutan dari tulisan mengenai Look Who’s Talking. Bahwa sebuah gagasan diterima atau tidak tergantung SIAPA YANG MENYAMPAIKAN.

Ya, Allah ya Tuhanku. Ampunilah aku. Jauhi aku dari kesombongan.
Aku memang manusia yang penuh kekurangan. Tunjukilah aku mana yang baik dan mana yang buruk. Dan hindarilah aku dari keburukan yangmenjerumuskan aku kedalam kesesatan.
Amin.

@papario
Jakarta, 27 Nov 2008

edited: 28 Nov 2008 ( ditambahkan dengan do’a )

Mengenai Look Who’s Talking ada disini :

Look Who’s Talking Part 1: Kunci Keberuntungan

Look Who’s Talking Part 2: Kerendahan Hati

Look Who’s Talking Part 3: System Or Person

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s