The Next Great Negotiator – Gubraakkk !

Nah ini dia dua orang Negosiator yang paling ulung. Kecil kecil sudah pandai menawar nawar. Banyak sudah pengalaman tawar menawar yang mereka lakukan. Kalau dibuat CV mungkin sudah lebih 10 halaman.

Lihat itu wajah mereka. Pandangan Rio yang penuh akal dan keisengan. Sedangkan Priska, penuh rayuan yang menjatuhkan hati. Rio dan Priska. Nama mereka punya arti. Seperti nama Arab atau nama Indian.

[Their Photo Attached. If you can’t see them, it means they already ‘unattached’ it].

Rio. Male. Nama panjangnya dalam bahasa inggris punya arti :” Great River” atau Sungai yang besar. Mengapa sungai yang besar ?. Karena sungai yang besar adalah tempat dimulainya peradaban besar. Lihat saja : Mesir besar di pinggir sungai Nil, Bahkan Jakarta terkenal juga karena sungai Ciliwungnya !. Pokoknya, seperti sungai yang besar, mudah – mudahan bisa menjadi Raja yang pemurah, Pangeran yang penuh dengan sumber daya untuk membantu orang lain, dan sumber daya itu tidak pernah habis dan selalu harum namanya sepanjang masa (emangnya Ibu Kita Kartini !).

Priska. Female. Nama panjangnya dalam bahasa Inggris berarti : “Blessed Heavenly Flower” – Bunga surga yang diberkati. Bunga surga itu cantik dan harum. Apalagi yang diberkati. Mudah mudahan selalu bisa menjadi ratu yang bijaksana, permaisuri yang pemurah, putri yang pengasih.

Diluar harapan itu, both of them now known as The Negotiators. Coba saja, sejak kecil, kalau disuruh makan, nawar ‘Entar saja Ma !’, disuruh tidur jam 21:00, nawar jam 22:00, disuruh belajar, ‘Makan dulu ya Pa !’, Kalau diajak main sebentar, ‘Yaa… koq cuman sebentar !’. Si Priska yang sejak kecil ngemut jempol kalau mo tidur, selalu berjanji ‘Nanti kalau naik kelas ya Pa’. Dan janji itu cuma janji setiap tahun sejak TK.

Si Rio, apalagi. Sama guru ngaji, kalau diminta ngaji dua halaman, ditawar satu halaman saja. Disuruh ngaji satu halaman, nawar setengah halaman.

Dulu waktu disuruh tidur di kamar masing masing, gak boleh nyampur laki dan perempuan, mereka protes agak nawar: ‘Lantas, kenapa Papa dan Mama boleh tidur berdua ?, kenapa kami ga’ boleh ?’.

Sekarang pun masih begitu. Priska sampai saat ini naik kelas 4 SD. Dari dulu maunya ikut serta sekolah pesantren seperti keponakan saya di Solo. Lha, saya juga senang kalau dia jadi wanita yang memahami dan mengamalkan tentang kesolihah-an wanita muslim. Tapi saya yang gak tega ‘naro’ dia disana. Ketemunya setahun cuman 2 – 3 kali gitu !. Kalo dirumah kan bisa dicium, dipeluk , dicubit, digodain, diajak nyanyi, diajak brantem. Kan rame !. Kenaikan kelas kemaren dia nanya lagi. ‘Kapan aku bisa seperti Ina sekolah di pesantren ?’, kucari alasan: ‘ Lha, kamu masih ngemut jempol begitu gimana mau nginep sekamar sama teman teman ?. Apa gak malu ?’. Jawabannya sih kedengaran penuh harapan ‘Ya, iya deeh, nanti aku disana nggak ngemut jempol lagi’, ‘ wah, hatiku mulai senang dia mau gak ngemut jempol lagi. Tapi nyariss. Karena kalimat lengkapnya setelah dilanjutin jadi begini: ‘ Nanti aku usahakan supaya gak ketahuan. Kalau mereka sudah tidur baru aku ngemut jempoll…!’. GUBRAAAKK !.


(c)Papario, Juli 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s