Tokyo Tour 2008: Nostalgia Journey. Day 5 – Back Home

Original Hanamasa

Sebelum tiba di International Garden Hotel Narita untuk menginap di malam terakhir, kami mampir makan malam di restoran HANAMASA di sekitar daerah Narita. Letaknya dilantai dua, diatas sebuah swalayan. Hmm, beda. Disini agak kumuh dan makanannya banyak yang gak halal. Akhirnya, selain sea food di bakar di meja, nanas dan buah lain pun ikut kita bakar juga. Tapi eskrimnya enak enak.

Sambil nurunin makanan ke perut, kita ngecek swalayannya. Biasa saja. Sama seperti swalayan di Jakarta. Cuman buah buahannya kelihatannya lebih unggul. Misalnya strawberry besar – besar dan sungguh manis. Ada juga rumput laut olahan. Hmm… kurang asem, harga disini sedikit lebih murah dari yang dijual si Andre padaku tadi.

Sudah malam. Semua naik ke bis. Teman teman ada yang minta untuk stop sebentar di Hard Rock Cafe Narita. Andre manggut manggut saja. Kayaknya jadi kebal sama cerewetnya orang Indonesia. Bis stop di halaman parkir HardRock Cafe. Semua turun. Tapi hanya sebagian yang ke HardRock Cafe. Saya dan beberapa teman lain mampir di Department Store yang malam itu masih buka. Lumayan bisa beli bebrapa permainan buat anak anak di rumah. Lucu juga bisa lihat action figure seksi tokoh kartun anime Jepang disini.

Setengah jam kemudian pasukan sudah ngumpul di bis dan basah karena kehujanan. Semua gembira karena oleh olehnya nambah banyak. Tiba di Hotel, semua istirahat. Gak ada yang bisa di kunjungi diluar hotel malam itu. Hanya ada satu pom bensin dan mini market. Selamat malam.

Day 5: Gadis cantik di Narita

Pagi hari semua sudah berkumpul di Lobby. Sayang bisnya harus pake bis kecil. Sepertinya bis hotel khusus ke bandara. Karena jaraknya dekat, sempit sempitan di bis gak papa lah.

Hai Narita, glad to see you again. This time i come to say good bye. Bye bye Andre. Nice to see a good and funny person like you.

Narita masih saja megah. Proses check in lancar lancar saja. Begitu masuk lounge ke terminal, karena waktunya masih lama, saya sempat makan gratis di lounge Kartu Kredit bersama Pak Budi.

Ya ampun, sebelum naik kereta listrik ke ruang tunggu teman teman masih sempat belanja dan berusaha menghabisksn Yen nya. Bahkan dollar dollarnya dihabiskan. Ada yang terpaksa pake kartu kredit, dan minjem sisa sisa Yen dan Dollar yang kumiliki. Saya juga ‘terpaksa’ ikutan belanja. Lumayan, sepasang jam tangan untuk anak anak di rumah dan beberapa makanan ringan. Setelah itu semuanya turun ke lantai bawah untuk naik kereta.

Sambil nunggu kereta dan nungguin tasnya Pak Tedjo yang kebelet ke Kamar kecil, saya duduk di pojokan bersama rekan rekan yang lain yang sudah selesai belanja.

Di sudut mata saya melihat ada satu gadis cantik turun melalui eskalator. Mata ini gak lepas memperhatikan. Sepatu boot, Rok pendek, Mantel kulit ada bulunya, rambut sebahu, kulit putih, wajahnya mirip salah satu penyanyi T2. Saya kira artis Jepang. Cantik sekali.

Lhadalah, dia malah mendekati saya lalu bertanya “Indonesia ?”.
“eeh,, iya iya”
“Ke Denpasar ?”
“ha ?, oh no, I want to back home to Jakarta”
Dia diam dan sedikit bingung. ‘Anda mau ke Denpasar ?” saya bertanya.
“Ya, terminalnya dimana ya ?”

Cewe ini orang Indonesia ya ? pikirku.Teman teman pada melihat dan sebagian nggagguin sambil nendang nendang kaki saya.

“Saya juga tidak tahu, ayo kita lihat di information board itu ”
saya lalu mengajaknya pergi ke information board di ujung ruangan ( daripada ditendang tendang lagi). Disitu saya berkenalan. oooh, Namanya Devi. Dia mau ke Denpasar. Setelah memperhatikan jadwal dan nomor flight, akhirnya ketahuan terminalnya dimana (sekarang saya lupa).

Dia masih bingung untuk menuju ke terminal. Akhirnya saya tunjuk kereta yang baru saja datang. “Masuk saja ke kereta itu, setibanya di ujung, pasti ada informasi letak terminal yang dimaksud”.

“Thanks, Bye” katanya sambil berlari kecil dan masuk ke kereta. Sebelum kereta berangkat dia sempat menunduk ala Jepang.

“Goblok !, goblok !” teman teman neplak kepala dan punggung saya sampe mau jatuh dari kursi. “goblok !”. Apa salah sayaaaaaaaa……….???.

Sayonara Tokyo
Akhirnya semua naik kereta menuju terminal berikut. Rupanya terminalnya paling ujung. Begitu naik pesawat JAL, terbayang semua kenangan manis di Tokyo. Kota yang begitu romantis. Sejak kenal dengan Tokyo pertam kali 8 tahun yang lalu, saya memang sudah berniat untuk membawa keluarga kembali ke sini. Apalagi sudah nambah lagi teman teman yang menetap di sini. Misalnya si Andre, si Bobo ho atau Samo hung yang lucu itu.

Bye bye Tokyo, suatu saat saya akan kembali bersama anak istri saya. Sayonaraaaa……

Menelepon di JAL
Hari ini entah kenapa gak bisa nelepon ato SMS dari Tokyo ke Jakarta. Padahal hari hari kemarin bisa. Istri sudah marah marah karena hari ini tidak ada kabar sama sekali.

Begitu duduk di kursi pesawat, dan pesawatnya take off, saya kembali menarik dan memainkan stick yang ada di pegangan kursi. Seperti biasa, nonton filem, atau main game.

Hebatnya JAL, stick tersebut ternyata banyak gunanya. Selain sebagai remote vodeo, stick game, juga bisa untuk interactive media, juga bisa dipake untuk menelepon kemana saja…!.

Setelah menggesek kartu kredit di stick tersebut, lalu dial kode dan nomor tujuan, akhirnya bisa nelpon ke Jakarta ngabarin kalo sudah brangkat ke Jakarta.

Jepang memang hebat.

Salam.
Papario

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s