Tokyo Tour 2008 : Nostalgia Journey Day 3 Part 1

Day 3: Crystal Clear

Rrriiinnngg ….. ‘Ohaiyo Gozaimas !’…alarm kamar berbunyi. Jam 5 pagi. Saya sholat subuh trus mandi. Jam 5.30 turun ke lobby, blom ada orang.

Sudah keluar hotel trus masuk lagi ambil sweater. Dinginnya minta ampun. Tapi pagi itu baru kelihatan indahnya hutan pinus.

Saya berjalan jalan di halaman depan, keluar ke jalan kecil trus sampai lebih kurang 500 meter sampai di sebuah lapangan baseball. Orang Jepang juga hobby baseball. Tapi yang indah disana adalah bisa lihat putihnya salju di puncak gunung fuji yang kemarin gak bisa dilihat gara gara kabut tebal.

Setelah foto foto, baru deh dateng beberapa orang yang juga tidak mau ketinggalan moment langka berfoto dengan background gunung fuji pada cuaca sejernih kristal.

Sarapan jam 7 pagi, masih dengan gaya prasmanan. Hidangan sepertinya hampir tidak berubah. Yang berubah adalah peserta tidak lagi pakai Yukata.

Bis brangkat jam 8 pagi. Melihat lihat lagi pemandangan di pinggir kota Tokyo. Mampir di Crystal Palace. Semacam museum batu – batu berharga.

Disitu banyak batu dipamerkan dan dijelaskan asal usulnya. Yang menarik perhatian adalah batu – batu besar seperti kaca menyembul dan tajam – tajam, persis seperti rumah kediaman Superman di Kutub Utara itu. Jangan jangan itu memang batu kripton !.

Batu itu semakin mengarah ke ujung, semakin berkilau dan nilainya semakin mahal. Setelah menimbang – nimbang, saya beli satu buah untaian kalung kristal batu dari gunung fuji yang paling berkilau buat istri. Lumayan, cuma 1250 yen setelah ditawar tawar: diskonto ?… diskonto..?…

Day 3: Jamaah Mancanegara

Hari ini kan hari jum’at, makanya kami pesan kepada Andre supaya bisa mengantarkan kami ke mesjid terdekat sebelum ke tujuan lain. Andre kemudian mengangkat handphonenya lalu beberapa saat dia bilang kita akan diantarkan ke sebuah mesjid di kota Tokyo.

Jam 11.00 bus berhenti di seberang sebuah gedung unik berlantai 2. Bagian bawah adalah kantor perwakilan Turki dan di lantai duanya adalah sebuah mesjid dengan menaranya yang tinggi dan kubah yang besar. Ornamen Timur tengahnya kental sekali.
Kami menyeberangi jalan yang cukup sepi. Di lantai bawah kami minta ijin pada pengurus mesjid. Ternyata Sholat Jumat baru dimulai nanti jam 12:30 dan berakhir 13:30. Masih agak lama ya !.

Andre kemudian bertanya apakah waktunya bisa dikompromikan ?. Karena dengan waktu tersebut makan siang pasti terlambat. Setelah berdiskusi dengan teman teman yang mau shalat jumat, akhirnya kita minta maaf pada Andre karena kita ingin mengikuti sholat jumat dengan waktu yang sudah ditentukan.

Andre mengerti walaupun dia agak kurang senang karena waktu yang sudah dia rencanakan akan mundur. Setelah menelepon dia mempersilakan kita beribadah, dan dia akan mencari makan siang disekitar situ. Sementara itu tukang foto di halaman Imperial Palace sudah dia undurkan waktunya. Orang Jepang memang sangat patuh dan disiplin soal waktu. Acara sholat jumat ini memang agak terlambat disampaikan ke Andre dan tidak tahu kalau selesainya jam 13:30. Andrepun keluar gedung dan bersama teman teman non muslim ngobrol dihalaman pinggir jalan yang rindang dan nyaman sambil berfoto foto. Beberapa orang mengeluarkan snack. Maaf ya teman teman non muslim. Makan siang kalian jadi terlambat.

Saya perhatikan bahwa di sekitar gedung, ada sekitar 5 – 6 orang yang sedang duduk duduk santai kebanyakan orang tua. Ternyata mereka sedang menggambar dan melukis. Saya perhatikan bahwa mereka sangat tertarik dengan bentuk gedung, menara dan ornamen yang ada disekitar luaran gedung. Hmm… interesting. Unik juga ada nuansa timur tengah di tengah kota Tokyo.

Beberapa rombongan wanita sedang memborong cindera mata yang disajikan di lantai 1. Rame sekali !. Penjaga gedung sampai kewalahan. Bukannya segera sholat !.

Setelah ambil wudhu di lantai 1, Kami segera naik ke mesjid yang terletak di lantai 2. Akses kesana bisa dari dalam gedung, bisa dari luar. Beberapa orang berwajah timur tengah naik ke atas sini dari tangga bagian luar gedung.

Diatas, kami sampai di halaman cukup luas yang ukurannya sepertiga gedung. Di hadapan kami terbentang pintu mesjid yang cukup besar dengan ornamen timur tengah. Beberapa orang Jepang sedang ngobrol dan foto – foto. Mereka sepertinya mahasiswa. Yang wanitanya cantik cantik bercelana panjang dan baju berlengan panjang dan memakai kerudung !. Apakah mereka juga muslim ?.

Satu diantara pengunjung di halaman itu memberi salam. Ternyata dia mahasiswa Indonesia yang sedang kuliah S3 jurusan teknologi. Dari atas gedung ini saya sempat melihat ke bawah ke bagian belakang gedung, ada sekitar 20 – 30 orang Jepang sedang duduk duduk di bawah pohon sambil menggambar / melukis menara mesjid. Kali ini mereka lebih muda dari yang didepan gedung tadi.

Begitu masuk ke dalam mesjid setelah melepas sepatu, kami menegur satu peserta wanita yang nyelonong sholat Zuhur di barisan paling depan. Biarpun sepi, hanya ada beberapa orang turki dan Jepang, tapi mereka pria semua. Untuk wanita sudah disediakan tempat sholat di balkon mesjid.

Beberapa wanita menuruni tangga balkon. Mereka ternyata wanita Jepang yang cantik cantik, memakai kerudung. Keluar mesjid lalu memakai sepatu dan berkumpul dengan rekan rekan lainnya yang ada diluar. Sebentar kemudian mereka turun. Hmmm, apakah mereka sekedar ‘turis lokal’ atau muslim ?.

Jam 12:30 Mesjid sudah ramai didatangi orang orang. Baru kali ini saya melihat mesjid yang dihadiri oleh manusia mancanegara !. Cukup banyak orang Jepang juga. Ada yang rapi kelimis berambut gondrong berjas seperti dirigen orkestra. Hmm, seniman barangkali. Banyak yang memakai jas. Mungkin jam istirahat kantor mereka sempatkan sholat jumat disini. Banyak juga orang Turki dan India/Pakistan Pakaian mereka biasa. Kemeja dan Celana panjang. Banyak juga orang Bule. Mereka bahkan lebih rapi. Ber Jas atau jaket kulit. TUa muda bahkan anak anak. Perawakan bagus seperti bintang filem. Ada juga para Negro. Ada yang bergaya Rapper, berrambut panjang kriwil kusut, ada yang kelimis botak berbadan besar seperti pemain basket.

Azan dimulai. Setelah itu semua sholat sunnat sebelum sholat Jumat. Kemudian Imam naik ke mimbar di depan yang letaknya ternyata tidak ditengah tengah tetapi agak ke pinggri dan letaknya tinggi sekali, hampir sampai ke langit langit. Setelah azan kedua dia lalu khotbah dalam 3 bahasa !. Arab, Jepang dan Inggris. ‘Contekan’khutbahnya sudah saya ambil terlebih dahulu di dekat pintu mesjid.

Sholat jumat selesai pas jam 13:30. On time banget !. Baru kali ini sholat jumat bersama orang orang berbagai bangsa. Beda dengan di Mekkah dimana mayoritas semua memakai jubah, disini hanya imam yang pakai jubah !. Lainnya berpakaian biasa. Memang, yang namanya Islam kan tidak perlu jadi orang Arab khan !. Islam itu untuk penduduk dunia !. Selama pakaian memenuhi syariat, bersih dan menutupi aurat, sah sah saja. Sedangkan bahasa arab yang digunakan itu untuk memurnikan pesan Tuhan agar tidak terselewengkan pada saat diterjemahkan kedalam berbagai bahasa.

Kami kemudian berkumpul lagi di bis besama teman teman yang sudah menunggu disana sambil sedikit ngomel kelaparan. Maaf ya teman teman.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s