2008 Tokyo Tour: A Nostalgia Journey Day 1 -2 Part 1


Ini bukan yang pertama kali saya datang ke Tokyo. Delapan tahun yang lalu (tahun 2000), saya sudah pernah datang dalam rangka mengikuti seminar. Pertama kali ke luar negeri dan ‘*&^^%%&&^’ saya satu satunya delegasi dari Indonesia !. Untung waktu itu tuan rumahnya ramah dan pesertanya kocak – kocak. Gak jadi deh bete-nya.

Pada waktu luang selepas seminar saya jalan sendirian melakukan CIty Tour. Ke Imperial Palace (istana Kaisar) , Ginza, Sony Centre (nyobain PS2 yang baru rilis !), TOkyo Tower, Akihabara dll. Sempet nyasar, tapi alhamdulillah bisa baik ke Hotel. Hari sabtu tour ke Pinggir kota, Cruising dengan Pirate Boat di Danau Ashi (Ashinoko lake), Naik ke Gunung Fuji, dan singgah di Owakudani, Hakone untuk makan Kurotamago (telor yang direbus dalam air belerang panas) untuk ‘manjangin umur selama 7 tahun’, trus terakhir ke Odawara Temple sebuah kuil jaman Musashi. Minggu jalan sendiri naik kereta ke Tokyo Disneyland.

Tahun ini setelah bergabung dengan teman teman di Divisi Marketing lagi, gak disangka Dirut minta saya mendampingi para juara yang saya usulkan kepada beliau dan mengajak beberapa Kepala divisi lain. Apa boleh buat, gak bole nolak rejeki katanya.

Tadinya para juara mau tak berangkatkan ke Aussie, tapi karena setengah peserta ( 20 orang) gak dapet ijin Kedutaan Aussie karena gak memenuhi syarat, dialihkan ke Jepang. Akhirnya ikut juga – karena kalau tidak nanti diambil orang lain. Anggap saja perjalanan nostalgia.

Nostalgia ?. Ya iya lah… Rutenya kurang lebih sama.

Day 1: Tokyo I’m Coming !
Brangkat bersama dari Ancol setelah malam sebelumnya memberikan penghargaan dan Gala DIner bersama Direksi.
Setelah memberikan bla bla bla kepada para peserta, pesan -pesan supaya jangan nyasar, jangan nyopet, jangan lupa doa…. semua brangkat pada sore hari ke Soekarno Hatta dan terbang naik JAL. Malam itu tidur di Hotel ‘terbang’.

Day 2: Ohaiyo Gozaimas Tokyo !.

Ohaiyo Gozaimas ! sapa pramugari mbangunin. Udah di Jepang toh ?. Setelah kurang lebih 7 jam mengudara, mendaratlah kami di Narita jam 7 pagi waktu Tokyo. Setelah turun dan pindah terminal naik kereta, kami keluar bandara dimana bus pariwisata sudah menanti.

Tapi sebelumnya moto-moto dulu sama Pak Tedjo dan Rita di Narita.

Omaigod… tour guide dari Jepang sudah menyambut. Gak repot menggambarkan bagaimana dirinya, karena dia sangat mirip dengan SAMO HUNG ! salah satu jago kungfu itu. Namanya Andre. Orang Malaysia yang sudah lama menetap di Osaka. Beristri orang Jepang dan sudah punya anak satu.

Jepang sangat dingin bulan April ini. Maklum Salju baru mencair dan musim semi baru tiba. Rata – rata suhu 15 derajat celcius ke bawah. Brrr…..Ujannya tanggung. Pake payung tanggung, gak pake ya basah juga.

Bus brangkat ke kaki gunung fuji meunu Danau Ashi dan Danau Kawaguchi melalui kota Tokyo. Tidak ada yang berubah. Spenjang jalan di Tokyo sangat sedikit orang terlihat. Yang ada hanya gedung – gedung bertingkat dan kendaraan yang parkir. Pada kemana semua orang ?. Semua ada penuh sesak di bawah tanah (subway). Begitu turun dari kereta, mereka mondar mandir langsung kekantor. Karena kebanyakan stasiun – stasiun subway berada di bawah gedung kantor mereka !.

Sempat memotret Tokyo Tower dari bus. Dulu nyasarnya kesana tuh !. Untung dekat dengan Hotelnya.

Begitu keluar kota tokyo, terlihatlah pemandangan perumahan pinggir kota. Seperti di kota, untuk mengantisipasi kerusakan karena gempa, setiap gedung , apartemen diberi jarak beberapa cm dengan gedung sebelahnya. Mungkin kalo gempa getarannya gak terlalu merusak yang lain.

Lagi lagi gak terlihat orang. Hanya pekerja perbaikan jalan. Tak ada ibu ibu kepasar, tak ada anak anak ke sekolah, sepiiiiiiiii….!.

Tapi yang benar benar benar gak brubah dan mengagumkan di Jepang dari dulu sampai sekarang adalah DIsiplin dan sopan santun masyarakatnya, serta kebersihan. Dimana saja, rbandara, jalanan, sungai, rumah, gedung, taman, semua bersih dan tertata rapi.

Tengah hari sekitar jam 10 bis mampir di tempat persinggahan Ashigara. Hmm… the same place. Mirip seperti tempat peristirahat di pinggir tol Jakarta. Turun sebentar nglurusin kaki, mampir cium cium bau makanan jepang di kedai, ngulik – ngulik vending machine siapa tau coca colanya jatuh sendiri, moto – moto, pipis di WC, brangkat lagi.

Bis mulai menanjak. Terlihat pemandangan indah, bunga bunga sakura bermekaran di lereng lereng gunung. Indaaaaaaaaaah……. .

Bus tiba di Danau Ashi sudah agak siang, karena itu kita langsung Makan siang di sebuah rumah makan ala Bento di lantai 3. Untung saya orangnya gak susah diajak makan.

Tidak seperti teman yang lain yang kopernya penuh sama abon, rendang dan mi instant, saya memilih untuk menikmati makanan asli jepang ini. Asal bukan Sushi (daging mentah) dan daging – daging lain. Termasuk daging ayam dan sapi. Motongnya kan gak pake bismillah. Jadi saya cuman makan sea foodnya saja sama nasi. Uenak rek !.

Selesai makan, sambil nunggu yang belum selesai makan, saya turun ke lantai 1, melihat suvenir – suvenir yang ada disana. Rata rata yang kecil kecil seperti gantungan kunci harganya sekitar 300 yen. Saya gak beli banyak. Yang penting ada buat yang di rumah dan yang dikantor. Kalo boros, waah… cicilan apartemen bisa amburadul !.

Andre ‘Samo Hung’ trus memberi tahu bahwa kapal ‘bajak laut’ sudah siap, kita berjalan kaki ke arah pelabuhan. It is rain and windy !. Terpaksa beli mantel plastik dulu seharga 100 yen. Yang lain beli payung.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s