Nyaris Ditilang

Jakarta, 19 April 2008

Sepertinya Polisi – polisi sekarang sedang menggalakkan operasi tilang di Jakarta. beberapa malam yang lalu, pulang kantor bersama istri tercinta di daerah kuningan, lagi asik asik melaju tiba tiba ada polisi naik moge menyuruh minggir.

Dalam kebingungan karena merasa gak salah, saya minggir trus turun nyamperin.

“Ada apa Pak ?”
“Maaf Pak, anda melanggar peraturan lalu lintas!”
“Melanggar apa ?”
“Lampu belakang apak mati!”

Saya trus kebelakang mobil. Eeh benar, ternyata lampu kiri belakang saya mati. Heran !, padahal tadi pagi gak apa apa. Saya gak bisa bilang apa apa waktu diminta SIM & STNK. Dan saya tidak berniat untuk negosiasi. Kabarnya sekarang ada peraturan baru, kalau ketahuan nyogok polisi yang lagi nilang bakal kena denda Rp. 10 juta.

Enak saja !. Sambil menunggu si polisi mencoret coret formulir tilangnya, iseng iseng saya gedor lampu belakang yang mati itu. Eeeeh… nyala !.

“Pak ! Pak, lampunya gak mati tuh !. Ini nyala !”
” Hah ?” si polisi bingung. Dikiranya saya main main sama rem dia trus nyuruh lepas rem.
“Coba buka pintunya !”
“Ini pak !”
DIa melongok kedalam, dikiranya Istri saya nginjek rem. Ternyata nggak.
“Coba lepas rem tangannya !”
Nggak ngaruh juga. bweheheheheh………
Selagi ngobrol begitu, satu polisi baaw moge datang lagi. Ngiiik…!.
(Dikiranya saya lagi nego , mo nyogok temennya) di celingak celinguk ( Seakan akan mau menangkap basah).
Yang ada ternyata si polis yang pertama malah ngembaliin SIm & STNK saya.
“Pak, karena ternyata lampu mobil bapak sudah menyala, ini saya kembalikan SIM & STNK Bapak. Lain kali sebelum berangkat, diperiksa duilu lampu lampunya ya !”
“baik , Pak !” dan saya terus pergi (mereka juga).

Aneh Bin Abdullah !, keesokan pagi ketika saya periksa lampu belakang mobil, sudah gak nyala lagi. Dan ketika saya buka kapnya BOHLAMNYA NGGAK ADA !.
Saya cek ke lampu sebelah kanan, saya buka kap nya, ternyata masih komplit.
Lantas kemana bohlam lampu belakang yang satu lagi ?.
Setelah meriksa merogo rogo ke sekitar karpet bak belakang. Gak ketemu.
Apa mungkin bohlamnya ‘memuai’ sendiri…….?
Lantas yang nyala semalam itu lampu mana ……?

Hikmahnya saya ambil: Tuhan melindungi umatnya yang baik ini dari Setan Usil.

Swear ini kisah nyata, gak dibuat buat, di rekayasa apalagi di dramatisir.
(C)Papario, April 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s