Tugas Pemimpin: Berjiwa Besar

Masih ingat tulisan saya di artikel Tugas Pemimpin: Merubah Batu menjadi Emas ?. Diakhir tulisan itu disebutkan bahwa salah satu tugas seorang pemimpin adalah menciptakan pemimpin baru. Pemimpin baru yang dimaksud tidak hanya pemimpin yang akan menjadi asisten anda yang handal, tetapi juga untuk menjadi pengganti anda, bahkan pengganti pemimpin – pemimpin lain disamping atau diatas anda.

Kunci untuk dapat menciptakan mereka adalah – kompetensi. Bangkitkan kompetensi setiap calon pemimpin anda sesuai bakat, minat, keahlian, pengetahuan mereka. Bagi mereka yang hanya bisa menggunakan otak kirinya, berdayakan otak kanannya, bagi mereka yang hanya menggunakan otak kanannya, berdayakan otak kirinya. Manusia yang dapat memberdayakan otak kirinya sekaligus otak kananya adalah manusia yang seimbang. Tidak hanya memiliki ingatan yang kuat dan ilmu yang banyak, tetapi juga dapat mengolah dan mendayagunakan ilmunya dengan kreatifitas tinggi sehingga tidak hanya mampu menciptakan sesuatu yang baru, tetapi juga sesuatu yang baru yang sangat bermanfaat, benar benar menjadi solusi dan bukan masalah baru, serta bermaslahat.

Nah, setelah pemimpin baru sudah bermunculan, langkah berikutnya adalah : ‘PERSIAPKAN DIRI dan MENTAL ANDA’ karena begitu mereka akan menggantikan anda, suka tidak suka, mereka akan merombak habis konsep dan hasil kesuksesan anda selama ini.

Karena itu ingatlah, pemimpin yang berhasil, adalah pemimpin yang berjiwa besar, ikhlas menyerahkan kepemimpinan kepada ‘murid’-nya, dan ikhlas pula keberhasilan anda diobrak-abrik oleh ‘murid anda itu. Konsep – konsep anda yang membawa keberhasilan di masa lalu tidak lagi bisa diterapkan di masa kini dan mendatang. Konsep konsep baru dari pemimpin baru yang memiliki wawasan baru akan lebih sesuai searah perubahan perubahan yang telah terjadi.

Footnote: Gaya kepemimpinan diatas, dalam buku Recode Your Change DNA-nya Rhenald Kasali, adalah gaya kepemimpinan Shaping. Ingat iklan A-Mild versi ‘OK dari Hongkong ?‘. Itu adalah contoh paradoks dari gaya kepemimpinan shaping, yaitu gaya kepemimpinan controlling. Everything must be as precise as what the leader act & do. Gaya kepemimpinan shaping bukannya tidak punya kelemahan, tetapi dalam gaya kepemimpinan controlling, inspirasi atau kreatifitas terkekang.

(C)Papario, April 2007.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s