Gold-Collar Worker: Part 2– On My Very Own

Waduh.. udah 6 tahun tuh artikel, baru dipost sekarang. Spertinya Gold-collar worker ini sudah bukan barang baru dan telah menjamur dimana mana. Gak tahu apakah saya bisa jadi model Gold- Collar worker ? (Please meen, jangan mulai besar kepala yaaa ). Menurutmu ?. Soalnya 13 tahun di IT – mulai dari Programmer ke Sistem Analyst, ke IT Manager, eehh.. hijrah ke Marketing. Belajar Marketing dan menjadi Brand Specialist dari MarkPlus — sudah bisa menilai bahwa perusahaan belum melaksanakan ‘true marketing’. Setelah memperbaiki struktur organisasi pemasaran, blom sempet merubah pola pikir dan wawasan dan kompetensi temen temen di pemasaran yang nota bene masih menjadi Selling Support, eehh.. Trus hijrah lagi ke LBI ( Customer Service ). Setelah bosen training dan kursus sbg Customer Service, kini mencoba perlahan lahan merubah perusahaan menjadi ‘Customer Oriented’. Aneeh… disuruh mengembangkan Layanan Perusahaan… tapi begitu mengajukan konsep Customer Service dari berbagai teori dan ‘indepth analysis’…. eeehh malah dibilang: ‘ knapa disini ada customer service….? gak perlu itu…! Yang nglayanan nasabah itu agen ! agen !’….whoalaaa…. . bisa gila aku….. .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s