Gold Collar Worker: Part 1- Artikel

Saya pernah baca artikel dari Koran KOMPAS Minggu tanggal 5, Agustus 2001 tentang Gold Collar Worker, dibuat oleh salah sorang KOnsultan dari Experd.

Artikel itu menceritakan tentang kondisi ketenaga kerjaan yang mengenal 2 kelas pekerja, yaitu Blue-collar Worker dan White-collar Worker.

Disebutkan bahwa pekerja Blue-collar pertama kali muncul pada permulaan era industri di mana orang-orang mulai beralih “pekerjaan” dari tanah pertanian ke pabrik-pabrik, sehingga sering diasosiasikan sebagai kelompok pekerja yang mengandalkan ketrampilan fisik dalam bekerja.

Sebaliknya pekerja White-collar sering digambarkan sebagai pekerja yang lebih mengandalkan pengetahuan dan ketrampilan mental dalam bekerja. White-collar worker ini kadang-kadang juga dianggap menduduki kelas yang lebih tinggi dalam tangga ketenagakerjaan.

Lantas, dalam era teknologi sekarang ini ternyata pembagian itu sudah tidak relevan lagi. Seiring dengan perkembangan teknologi serta untuk menjawab tantangan pasar yang makin bebas perusahaan membutuhkan satu kelompok baru dalam dunia kerja yang disebut Gold-collar worker.

Dinamakan ‘gold’ karena pekerja yang memiliki keahlian multidisiplin dan dapat menggabungkan ‘pemikiran’ dari pekerja White-collar dengan ‘tangan’ dari pekerja blue-collar ini memang akan memberikan ‘emas’ bagi perusahaan dan dalam skala yang lebih tinggi bagi perekonomian bangsa disamping bagi diri mereka sendiri.

Di lini-lini bisnis tertentu tuntutan untuk menjadi pekerja gold-collar ini telah lama ada. Beberapa posisi seperti teknisi pesawat udara yang mengecek dan memperbaiki sebuah pesawat atau teknisi laboratorium yang mengoperasikan perangkat laboratorium dan menganalisa hasil tes pada prinsipnya adalah pekerja gold-collar.

Demikianlah, untuk menjawab atas kebutuhan untuk mencetak golongan pencetak ’emas’ ini, maka menjadi tuntutan kepada institusi pendidikan agar dapat menghasilkan mereka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s