Video Games

Fuwwwwiiiyy…main video game adalah salah satu hal paling menyenangkan dan ‘addictive’. Bisa menghilangkan kepusingan dan masalah selama main. Mungkin lebih baik begitu dari pada menghilangkan pikiran dan masalah dengan berfoya foya ‘dugem’, keluyuran gak tau juntrungannya nanti malah bermaksiat.

Main game membuat pikiran kembali kreatif, dinamis dan lincah. Mengasah untuk mengambil keputusan secara cepat dan melatih kesabaran. Memang sih, kalau terlalu ‘kecanduan’ bisa merusak kesehatan mata, tubuh dan otot. Jadi tetap harus dibatasi.

Siapa bilang main game membuat orang jadi lebih individual ?. Main video game jauh lebih baik dari pada ‘main’ Walkman, CDMan atau iPOD lho !. Itu yang membuat orang jadi individual. Buktinya, dengan masuk forum video game, saya bisa punya banyak kawan baru yang hobinya sama: Main video game. Bisa ngobrol, discuss, saling bantu memecahkan masalah bersama, main game bareng dll.

Main video game bukan untuk konsumsi kanak kanak saja. Buktinya dari hasil riset ditemukan bahwa lebih dari 40% pemain game juga adalah orang dewasa lho yang bekerja sebagai karyawan, wiraswasta dan profesional. Hmm, percaya atau tidak, orang berhenti main game bukan karena sudah tua, tapi berhenti main game membuat orang menjadi semakin tua….

Aku menganjurkan anak anakku untuk main game. Terutama yang bersifat Artificial Intelligent. Seperti Simulasi. Ini membuat wawasan mereka jadi terbuka lebih luas.

Misalnya Simulasi ‘Roller Coaster Tycoon’. Bagaimana menjadi Manajer yang ditugaskan untuk mengembangkan Taman Rekreasi dan supaya untung/ banyak penguunjung. Banyak faktor yang bisa dia pelajari disana. Paling tidak kalau mau jadi pengusaha, semua faktor itu mereka sudah tahu.

Adalagi simulasi sejenis ‘Sims City’. Anak anak belajar menjadi gubernur untuk memelihara kota kesayangannya. Jangan sampai rakyatnya tidak punya pekerjaan, tidak cukup sekolah, tidak punya tempat bermain, tidak punya rumah sakit, tidak cukup keamanan, dll. Bayangkan… dari kecil sudah belajar banyak hal dari bermain — hal yang sangat menarik minat mereka tanpa harus dipaksakan.

Ada pula Simulasi seperti ‘Civilization’ atau ‘Age of Empire’. Bayangkan bagaimana anak anak belajar untuk menjadi pemimpin.

Belum lagi diskusi mereka dengan teman – teman sesama pemain game untuk memecahkan masalah manajemen ‘kebun binatang’ di zoo tycoon, ‘taman hiburan’ di roller-coaster tycoon, ‘restaurant’, ‘perkereta-apian’ , ‘kemsyarakatan’ di sims city.

Banyak lagi simulasi yang bisa membuat anak anak kita berwawasan luas. Seperti Simulasi Pengusaha Bengkel, Restaurant, Kereta Api, Bandara, Supermarket. Simulasi Profesi seperti Arsitek, Insinyur, Fashion Designer, Dokter Hewan, dll. Dan itu semua dilakoni anak anak dengan antusias.

Bayangkan bagaimana ‘siapnya’ wawasan mereka pada saat terjun ke dunia nyata begitu lulus SMA / kuliah ?.

Kita yang sudah dewasa…? Tugas kita adalah membuat anak anak kita menjadi jauh lebih baik dari pada kita sekarang. Bukan begitu ?.

(C)Papario, Jakarta Nov 2006.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s