OCD

OCD: Obsessive Compulsive Disorder.

Apa itu OCD?. Obsesi adalah pikiran yang tak terkontrol serta bayangan bayangan ketakutan dan keraguan. KOmpulsi adalah ritual mental dan fisik yang sering dilakukan untk meredakan ketakutan – ketakutan. Misalnya: mencuci tangan, mengunci pintu serta menimbun sesuatu. Meski terlihat biasa, tetapi penderita OCD melakukannnya berulang ulang setiap jam setiap hari.

OCD biasanya tersembunyi atau berkombinasi dengan gangguan kejiwaan lainnya seperti anoreksia atau skizofrenia. TApi OCD berbeda. Bedanya, penderita OCD sadar bahwa obsesi dan kompulsinya tidak masuk akal, berharap dapat menghentikannya tetapi tidak bisa. Karena itu mereka enggan menceritakan kondisinya kepada orang lain. Salah satunya karena takut dianggap sama dengan penyakit kejiwaan lain.

Ciri obsesi umum :
– Takut pada kotoran / debu
– Jijik pada cairan / kotoran tubuh
– Sangat memperhatikan aturan, simetris atau ketepatan.
– Sangat khawatir bahwa tugasnya tidak dapat diselesaikan dengan baik
– TAkut akan berpirikan jahat atau memalukan
– Memikirkan suara, angka, gambar, atau kata tertentu sepanjang waktu
– selalu membutuhkan jaminan orang lain agar yakin
– takut akan melukai anggtoa keluarga atau teman

Ciri kompulsif umum :
– membersihkan atau merawat sesuatu, seperti mencuci tangan, mandi, atau menyikat gigi secara terus menerus
– memeriksa apakah laci, pintu, jendela, lemari sudah dikunci atau listrik, kompor sudah dimatikan
– meletakkan dan mengatur barang dengan posisi tertentu
– menghitung terus – menerusangka angka tertentu
– menyimpan surat kabar, surat dan majalah yang sudah tidak diperlukan lagi
– mencari jaminan dan persetujuan orang lain secara terus menerus

Kiat mengatasi OCD:
– Konsultasi dengn psikolog
– Beritauh teman. Biar mereka bantu mencari tempat konseling. Terapi OCD memberi perasaan tidak enak. Tetapi demi kebaikan harus dicoba.
– Obat obatan tertentu mungkin dapat disediakan dokter untuk mengurangi beban OCD
– Belajar mengenai OCD dan strategi mengatasi gangguan oCD
– Bergabunglah dengan penderita OCD lain agar dapat bersama mengatasi gangguan OCD.

(DIkutip dari Koran Tempo – Senin 17 April 2006)

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s