Entries tagged as ‘IT’
(versi Tomorrow Newspaper Today, klik disini)
Kalian tahu USB kan ?, itu salah satu model konektor (I/O) perangkat komputer maupun elektronik lainnya yang palin gpopuler sekarang ini. Implementasinya telah merubah banyak dalam perkembangan dunia TI. Beberapa hal yang bisa dicatat disini, peran USB dalam merubah dunia TI antara lain :
- Hilangnya penggunaan disket floppy,
- Penggunaan USB di hampir semua peralatan komputer, mulai dari keyboard, mouse, fashdisk, External, Harddisk, modem, printer, dll. ,
- Penggunaan USB di luar dunia komputer, seperti TV, DVD player, MP3/radio/music player, kamera digital, gadget anda, didalam mobil anda, bahkan penggunaan USB untuk peralatan professional seperti peralatan seismograf, peralatan kedokteran ,peralatan militer dam peralatan professional lainnya,
- Berkurangnya penggunaan media seperti Mini DV dan DVD sejak transfer data dari peralatan tersebut telah menggunakan USB.
Namun ironisnya, USB pun yang pada akhir abad 20 didisain untuk efisiensi namun lebih cepat dari segi transfer data, ternyata tidak berhasil memenuhi harapan penciptanya.
USB atau Universal Serial Bus didisain untuk efisiensi penggunaan konektor antar peralatan komputer. Sepuluh tahun yang lalu, peralatan komputer memiliki berbagai macam standar koneksi. Koneksi antara PC dengan keyboard, mouse, disk, printer, berbeda beda. Termasuk juga peralatan lainnya.
Dengan adanya USB, semua menjadi efisien, karena konektifitas antar peralatan kini menjadi satu standar. Namun salah satu konsep efisiensi USB yang tidak tercapai adalah disain untuk koneksi secara serial. Setiap PC maupun perangkat – perangkatnya diharapkan hanya memiliki satu koneksi USB input dan output. Sehinga misalnya, sebuah PC hanya bisa dicolok oleh salah satu perangkat, misalnya Keyboard, lalu mouse dicolok ke Keyboard, Printer dicolok ke mouse. Demikianlah yang diharapkan oleh penciptanya sehingga setiap perangkat lebih efisien dalam menempatkan I/O port ditubuhnya.
Dengan kegagalan ini, apabila dalam 5 tahun kedepan tidak terjadi perubahan, maka barangkali nama USB kita usulkan saja untuk dirubah menjadi UPB atau Universal Parallel Bus.
(ITJ)
Kategori: teknologi
Ditandai: bus, connection, DVD, floppy, I/O, informasi. TI, IT, keyboard, koneksi, konektifitas, mouse, parallel, PC, printer, serial, teknologi, TV, universal, USB
Berikut ini contoh suksesor yang merombak habis konsep dan organisasi yang secara bertahun tahun membawa sukses sebuah perusahaan besar. (Disarikan dari buku Re-Code your change DNA – Rhenald Kasali).
Kenal INTEL ?. Dibawah kepempinan Andrew ‘Andy’ S Groove seorang tokoh spiritual dan kharismatik dalam industri teknologi informasi (TI) dunia, INTEL menjadi perusahaan kelas dunia yang menjadi kiblat perkembangan dunia TI. Dibawah kepemimpinan Andy, insinyur (engineer) ‘rule’ the organization (baca bukunya dong, biar jelas). Setiap 18 bulan seri terbaru rekayasa mikroprocessor hasil kerja keras para insinyur, terbit.
Setelah Andy pensiun, jabatan CEO Intel dipegang oleh Paul S. Otellini. Apa yang dilakukan Otellini ternyata mengejutkan. Ia mempunyai visi yang lain dengan menggagas konsep ‘multi-core processor’/parallelisme yang melawan rumus yang selama ini menjadi ‘rule’ di Intel (hukum Moore). Sejumlah insiyur hengkang dari Intel ketika proyek pengembangan Pentium 4 dihentikan Otellini.
Otellini sebenarnya adalah seorang yang dapat ‘melihat tanda tanda zaman’. Ia beberapa kali menyampaikan ‘ramalan-ramalan’-nya tentang kecenderungan penggunaan TI di masa depan dan sebagian ramalannya telah menjadi kenyataan. Misalnya mengenai ancaman – ancaman yang datang bertubi tubi: Processor baru dari AMD (ophteron & Athlon 64), Dell – raja pasar PC beralih dari Intel ke AMD, pertemanan dengan Microsoft bubar ketika Microsoft yang tadinya bersama intel mengembangkan XBOX, menggandeng IBM untuk penggunaan chip ‘cell’ XBOX360nya. Bayangkan saja, Intel yang sukses dengan centrino-nya kemudian mengambangkan Desktrino – yang punya ‘dua otak’ – namun disalip oleh IBM dengan ‘cell processor’ yang punya ‘delapan otak’ yang bekerja sekaligus.
Tiada jalan lain bagi Otellini sang visioner, untuk banting setir. Otellini kemudian merekrut orang orang dari berbagai disiplin ilmu berbagai bangsa mulai dari seniman, ahli kesehatan, pembuat ponsel sampai disainer, untuk bekerja bersama sama para insinyur meengambangkan platform baru. Tidak ada lagi warga kelas satu yang tadinya diisi oleh para insinyur.
NYALI – adalah salah satu yang harus dipunyai seorang pemimpin. Otellini kemudian menugaskan Eric B. Kim – direktur pemasaran baru , orang Korea yang direkrut dari Samsung – untuk presentasi diacara rapat tahunan yang dihadiri juga oleh sekitar 300 manajer pada Oktober 2005. Rapat itu juga dihadiri pemimpin yang sangat dihormati seluruh karyawan Intel : Andy S. Groove.
Disitu Kim dengan ‘darah dingin’ mengusulkan untuk membunuh segala legacy (warisan) yang dibangun Groove: Logo, symbol ‘e’, kata ‘Intel Inside’, produk, merek Pentium dan sebagainya. Semua hadirin menjadi ‘ciut’ mengingat suara bariton Andy saat ia meledak marah.
Diluar dugaan Andy ternyata tidak marah, tidak merasa terhina. Ia menerima semua rencana itu dengan lapang dada. Ia (Andy) lalu berkata “…Saya melihat program ini sebagai salah satu menifestasi terbaik yang pernah saya lihat disini, yang menggabungkan nilai – nilai Intel: Pengambilan risiko, kedisiplinan dan orientaasi pada hasil. Saya mendukung sepenuhnya.’
Itulah awal dari sebuah proses perubahan yang membawa Intel ke dunia yang sama sekali baru. Tiada lagi yang meragukan rencana Otellini. Disisi lain kita lihat Jiwa Besar Andy S. Groove sebagai seorang pemimpin besar.
Kategori: Leadership
Ditandai: AMD, besar, cell, CEO, dentrino, DNA, groove, IBM, intel, IT, jiwa, kasali, konsep, korea, legacy, manifestasi, microsoft, moore, multi core, nyali, organisasi, otellini, paralellisme, pemimpin, platform, processor, Rhenald, rombak, rule, samsung, suksesor, tanda, warisan, XBOX, XBOX360, zaman
Waduh.. udah 6 tahun tuh artikel, baru dipost sekarang. Spertinya Gold-collar worker ini sudah bukan barang baru dan telah menjamur dimana mana. Gak tahu apakah saya bisa jadi model Gold- Collar worker ? (Please meen, jangan mulai besar kepala yaaa ). Menurutmu ?. Soalnya 13 tahun di IT – mulai dari Programmer ke Sistem Analyst, ke IT Manager, eehh.. hijrah ke Marketing. Belajar Marketing dan menjadi Brand Specialist dari MarkPlus — sudah bisa menilai bahwa perusahaan belum melaksanakan ‘true marketing’. Setelah memperbaiki struktur organisasi pemasaran, blom sempet merubah pola pikir dan wawasan dan kompetensi temen temen di pemasaran yang nota bene masih menjadi Selling Support, eehh.. Trus hijrah lagi ke LBI ( Customer Service ). Setelah bosen training dan kursus sbg Customer Service, kini mencoba perlahan lahan merubah perusahaan menjadi ‘Customer Oriented’. Aneeh… disuruh mengembangkan Layanan Perusahaan… tapi begitu mengajukan konsep Customer Service dari berbagai teori dan ‘indepth analysis’…. eeehh malah dibilang: ‘ knapa disini ada customer service….? gak perlu itu…! Yang nglayanan nasabah itu agen ! agen !’….whoalaaa…. . bisa gila aku….. .
Kategori: Curhat · Leadership
Ditandai: analyst, brand, collar, customer, gold, IT, manager, Marketing, markplus, programmer, service, specialist, true marketing, worker