Beyond Imagination: A Diary Of An Alien

Entries tagged as ‘DNA’

Seni dan Manajemen: Part 1: Pelukis dan Manajer

Juni 29, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Sebuah karya seni (ambil contoh: lukisan) membutuhkan beberapa persiapan sebelum menjadi sebuah masterpiece (atau sapuan amatir). Yang pertama diperlukan adalah peralatan lukis seperti kuas, cat, air dan kanvas. Berikutnya diperlukan model, objek atau visi/imajinasi. Yang terakhir adalah si Pelukis itu sendiri.

Hasil dari lukisan tidak hanya menggambarkan keahlian si Pelukis dalam menggunakan peralatan, tetapi juga bagaimana visi/imajinasinya dan bagaimana cita rasa seninya. Lukisan dari seolah ahli tanpa imajinasi dan cita rasa seni pastilah akan terlihat ‘hambar’, gak dilirik orang dan nilainya biasa saja. Sedangkan Lukisan dari seorang yang punya imajinasi dan cita rasa seni – maka lukisannya menjadi lebih menarik dan bernilai tinggi.

Demikian pula Manajeman atau leadership adalah gabungan Seni dan Sains. Organisasi, SDM dan masalah didalamnya adalah objek. Ilmu manajemen dan pengalaman adalah keahlian yang diperlukan untuk memenej objek. Visi dan Imajinasi adalah bagaimana anda menggambarkan organisasi tersebut setelah anda mengelolanya. Sedangkan gaya manajemen atau memimpin adalah seni.

Organisasi yang stagnan adalah organisasi yang dibangun hanya dengan keahlian. Sedangkan Organisai yang berkembang adalah organisasi yang dibangun tidak hanya dengan keahlian, tetapi juga dengan visi. Bagaimana organisasi dikembangkan itu adalah seni.

Karena itu lupakan keahlian. Ilmu manajemen dan pengalaman adalah hal yang mudah didapat pada setiap pemimpin karena sudah menjadi syarat wajib pada saat mau diangkat menjadi pemimpin (kecuali organisasi atau orang yang ngangkat tersebut gak tau requirement apa yang diperlukan untuk mengangkat seorang pemimpin). Yang harus menjadi perhatian bagi pemilik perusahaan yang mau mengangkat seorang pemimpin adalah: Apakah calon pemimpin anda memiliki visi/imajinasi/wawasan dan cita rasa seni. Karena pemimpin yang mempunyai visi adalah pemimpin yang tahu betul bagaimana organisasi akan dikembangkan. Sedangkan gaya kepemimpinan akan mempercepat dan mempermudah tercapainya tujuan organisasi.

(C)Papario, Mei 2007

Footnote: Dalam bab akhir buku Re-Code Your Change DNA-nya Rhenald Kasali disebutkan bahwa Manajemen adalah Seni dan Sains.

Kategori: Leadership
Ditandai: , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tugas Pemimpin: Berjiwa Besar (Part 2)

Juni 29, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Berikut ini contoh suksesor yang merombak habis konsep dan organisasi yang secara bertahun tahun membawa sukses sebuah perusahaan besar. (Disarikan dari buku Re-Code your change DNA – Rhenald Kasali).

Kenal INTEL ?. Dibawah kepempinan Andrew ‘Andy’ S Groove seorang tokoh spiritual dan kharismatik dalam industri teknologi informasi (TI) dunia, INTEL menjadi perusahaan kelas dunia yang menjadi kiblat perkembangan dunia TI. Dibawah kepemimpinan Andy, insinyur (engineer) ‘rule’ the organization (baca bukunya dong, biar jelas). Setiap 18 bulan seri terbaru rekayasa mikroprocessor hasil kerja keras para insinyur, terbit.

Setelah Andy pensiun, jabatan CEO Intel dipegang oleh Paul S. Otellini. Apa yang dilakukan Otellini ternyata mengejutkan. Ia mempunyai visi yang lain dengan menggagas konsep ‘multi-core processor’/parallelisme yang melawan rumus yang selama ini menjadi ‘rule’ di Intel (hukum Moore). Sejumlah insiyur hengkang dari Intel ketika proyek pengembangan Pentium 4 dihentikan Otellini.

Otellini sebenarnya adalah seorang yang dapat ‘melihat tanda tanda zaman’. Ia beberapa kali menyampaikan ‘ramalan-ramalan’-nya tentang kecenderungan penggunaan TI di masa depan dan sebagian ramalannya telah menjadi kenyataan. Misalnya mengenai ancaman – ancaman yang datang bertubi tubi: Processor baru dari AMD (ophteron & Athlon 64), Dell – raja pasar PC beralih dari Intel ke AMD, pertemanan dengan Microsoft bubar ketika Microsoft yang tadinya bersama intel mengembangkan XBOX, menggandeng IBM untuk penggunaan chip ‘cell’ XBOX360nya. Bayangkan saja, Intel yang sukses dengan centrino-nya kemudian mengambangkan Desktrino – yang punya ‘dua otak’ – namun disalip oleh IBM dengan ‘cell processor’ yang punya ‘delapan otak’ yang bekerja sekaligus.

Tiada jalan lain bagi Otellini sang visioner, untuk banting setir. Otellini kemudian merekrut orang orang dari berbagai disiplin ilmu berbagai bangsa mulai dari seniman, ahli kesehatan, pembuat ponsel sampai disainer, untuk bekerja bersama sama para insinyur meengambangkan platform baru. Tidak ada lagi warga kelas satu yang tadinya diisi oleh para insinyur.

NYALI – adalah salah satu yang harus dipunyai seorang pemimpin. Otellini kemudian menugaskan Eric B. Kim – direktur pemasaran baru , orang Korea yang direkrut dari Samsung – untuk presentasi diacara rapat tahunan yang dihadiri juga oleh sekitar 300 manajer pada Oktober 2005. Rapat itu juga dihadiri pemimpin yang sangat dihormati seluruh karyawan Intel : Andy S. Groove.

Disitu Kim dengan ‘darah dingin’ mengusulkan untuk membunuh segala legacy (warisan) yang dibangun Groove: Logo, symbol ‘e’, kata ‘Intel Inside’, produk, merek Pentium dan sebagainya. Semua hadirin menjadi ‘ciut’ mengingat suara bariton Andy saat ia meledak marah.

Diluar dugaan Andy ternyata tidak marah, tidak merasa terhina. Ia menerima semua rencana itu dengan lapang dada. Ia (Andy) lalu berkata “…Saya melihat program ini sebagai salah satu menifestasi terbaik yang pernah saya lihat disini, yang menggabungkan nilai – nilai Intel: Pengambilan risiko, kedisiplinan dan orientaasi pada hasil. Saya mendukung sepenuhnya.

Itulah awal dari sebuah proses perubahan yang membawa Intel ke dunia yang sama sekali baru. Tiada lagi yang meragukan rencana Otellini. Disisi lain kita lihat Jiwa Besar Andy S. Groove sebagai seorang pemimpin besar.

Kategori: Leadership
Ditandai: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tugas Pemimpin: Berjiwa Besar

Juni 29, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Masih ingat tulisan saya di artikel Tugas Pemimpin: Merubah Batu menjadi Emas ?. Diakhir tulisan itu disebutkan bahwa salah satu tugas seorang pemimpin adalah menciptakan pemimpin baru. Pemimpin baru yang dimaksud tidak hanya pemimpin yang akan menjadi asisten anda yang handal, tetapi juga untuk menjadi pengganti anda, bahkan pengganti pemimpin – pemimpin lain disamping atau diatas anda.

Kunci untuk dapat menciptakan mereka adalah – kompetensi. Bangkitkan kompetensi setiap calon pemimpin anda sesuai bakat, minat, keahlian, pengetahuan mereka. Bagi mereka yang hanya bisa menggunakan otak kirinya, berdayakan otak kanannya, bagi mereka yang hanya menggunakan otak kanannya, berdayakan otak kirinya. Manusia yang dapat memberdayakan otak kirinya sekaligus otak kananya adalah manusia yang seimbang. Tidak hanya memiliki ingatan yang kuat dan ilmu yang banyak, tetapi juga dapat mengolah dan mendayagunakan ilmunya dengan kreatifitas tinggi sehingga tidak hanya mampu menciptakan sesuatu yang baru, tetapi juga sesuatu yang baru yang sangat bermanfaat, benar benar menjadi solusi dan bukan masalah baru, serta bermaslahat.

Nah, setelah pemimpin baru sudah bermunculan, langkah berikutnya adalah : ‘PERSIAPKAN DIRI dan MENTAL ANDA’ karena begitu mereka akan menggantikan anda, suka tidak suka, mereka akan merombak habis konsep dan hasil kesuksesan anda selama ini.

Karena itu ingatlah, pemimpin yang berhasil, adalah pemimpin yang berjiwa besar, ikhlas menyerahkan kepemimpinan kepada ‘murid’-nya, dan ikhlas pula keberhasilan anda diobrak-abrik oleh ‘murid anda itu. Konsep – konsep anda yang membawa keberhasilan di masa lalu tidak lagi bisa diterapkan di masa kini dan mendatang. Konsep konsep baru dari pemimpin baru yang memiliki wawasan baru akan lebih sesuai searah perubahan perubahan yang telah terjadi.

Footnote: Gaya kepemimpinan diatas, dalam buku Recode Your Change DNA-nya Rhenald Kasali, adalah gaya kepemimpinan Shaping. Ingat iklan A-Mild versi ‘OK dari Hongkong ?‘. Itu adalah contoh paradoks dari gaya kepemimpinan shaping, yaitu gaya kepemimpinan controlling. Everything must be as precise as what the leader act & do. Gaya kepemimpinan shaping bukannya tidak punya kelemahan, tetapi dalam gaya kepemimpinan controlling, inspirasi atau kreatifitas terkekang.

(C)Papario, April 2007.

Kategori: Leadership
Ditandai: , , , , , , , , , , , ,

TUgas Pemimpin: Manage Sense of Urgency

Juni 29, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Dalam Buku Re-Code Your Change DNA-nya Rhenald Kasali – dan mereferensikan pada Buku Jurnal Harvard Businesss Review Maret/April 95: Leading Change:Why Transformation Fail – tulisan pakar Leadership : John P. Kotter – disebutkan ada 8 langkah dalam memimpin perubahan. Salah satunya adalah Ciptakan Sense Of urgency.

Apabila perusahaan anda sudah masuk kategori gawat, maka — sebelum mendapat sertifikat ‘masuk ICU’ dari regulator – tugas petama pemimpin adalah mengajak semua orang melihat apa yang ia lihat, lalu mendiskusikan potensi krisis, upaya upaya perubahan dan peluang dibalik krisis.

Hal ini perlu dilakukan karena jika tidak maka para karyawan akan terus memeluk erat selimut kenyamanan dan berlindung dalam ‘comfort zone’ tersebut, karena tidak peduli dan tidak percaya apa yang mereka lihat.

Footnote: Andrew “Andy” S. Groove – mantan CEO Intel adalahs eorang pekerja keras yang dengan mottonya : ‘Only paranoid can survive’ berhasil membawa Intel menjadi perusahaan terkemuka di dunia.

 

 

Kategori: Leadership
Ditandai: , , , , , , , , , , , , , ,