Beyond Imagination: A Diary Of An Alien

Entries tagged as ‘customer’

Being A Manager

Mei 26, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Saya sudah beberapa kali diangkat menjadi Manager di beberapa departemen. Mulai dari TI, Customer Service sampai Marketing. Banyak hal yang bisa kita pelajari, tapi ada satu hal yang menarik menjadi seorang Manager.

Menjadi Manager di satu Bagian tidak berarti kita hanya harus menguasai bidang di departemen itu, Misalnya TI. Kita memang perlu tahu perkembangan dunia TI, software, hardware, sistem operasi, jaringan dan lain lain. Tapi yang perlu diperhatikan bahwa kita sebenarnya juga menjadi Multi Manager, yaitu :

- Manager SDM. Sejak kita harus mengelola anak buah dibawah kita, otomatis kita juga menjadi Manager SDM di lingkungan departemen kita. Kita harus menjaga situasi kondusif, ktia harus memperhatikan kebutuhan dan goal masing – masing personal, kita harus menilai, menghukum dan mempromosikan anak buah kita. Kita harus menciptakan kader utnuk pengganti kita kelak kalau kita dipromosikan kembali.

- Manager Keuangan. Sejak setiap bagian memiliki anggaran tahunan masing – masing yang harus dipertanggung jawabkan kepada Direksi, maka kitapun berperan sebagai Manajer Keuangan yang setiap periode harus melihat saldo ‘Neraca’ dan ‘Laba Rugi’ anggaran kita. Bila ada anggaran yang belum dipakai, harus di pakai, dan semua angagran harus dijaga agar selalu efektif dan tidak berlebihan.

- Manager Umum. Sejak semua SDM kita menggunakan perangkat kantor, maka kitapun berperan sebagai manajer umum yang harus menjaga setiap barang dan perangkat kantor selalu bekerja secara efektif dan tidak rusak atau tidak terpelihara.

- Manager TI. Sejak segala operasional kerja anda diharuskan berbasis TI agar tercipta efisiensi dan efektifitas, maka anda harus mendisain sistem kerja berbasis TI. Segala pekerjaan anak buah harus bisa dibantu sistem komputer. Segala formulir harus di input kedalam komputer. Segala laporan harus keluar dari sistem. Anda lah yang mendisain semua.

- Manager Pemasaran. Sejak anda ditugaskan untuk memimpin organisasi departemen anda, maka tugas anda untuk memajukan kinerja departemen anda. Anda harus melancarkan segala pekerjaan anak buah anda terutama yang terkait dengan pihak departemen lain jangan sampai ada kendala komunikasi. Tugas anda menjadi PR departemen anda agar pekerjaan departeman anda mendapat perhatian dari departemen lain dan tidak terhambat disana, anda perlu menjadi Marketer hasil kerja departemen anda kepada Direksi, agar segala ide, perbaikan , pengembangan, solusi atas masalah dan hasil kerja mendapat perhatian dan dinilai oleh Direksi seakan akan kita sedang menjual sebuah produk.

Demikianlah indahnya menjadi Manager / Pemimpin.

Kategori: Leadership
Ditandai: , , , , , ,

Gold-Collar Worker: Part 2– On My Very Own

Juni 29, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Waduh.. udah 6 tahun tuh artikel, baru dipost sekarang. Spertinya Gold-collar worker ini sudah bukan barang baru dan telah menjamur dimana mana. Gak tahu apakah saya bisa jadi model Gold- Collar worker ? (Please meen, jangan mulai besar kepala yaaa ). Menurutmu ?. Soalnya 13 tahun di IT – mulai dari Programmer ke Sistem Analyst, ke IT Manager, eehh.. hijrah ke Marketing. Belajar Marketing dan menjadi Brand Specialist dari MarkPlus — sudah bisa menilai bahwa perusahaan belum melaksanakan ‘true marketing’. Setelah memperbaiki struktur organisasi pemasaran, blom sempet merubah pola pikir dan wawasan dan kompetensi temen temen di pemasaran yang nota bene masih menjadi Selling Support, eehh.. Trus hijrah lagi ke LBI ( Customer Service ). Setelah bosen training dan kursus sbg Customer Service, kini mencoba perlahan lahan merubah perusahaan menjadi ‘Customer Oriented’. Aneeh… disuruh mengembangkan Layanan Perusahaan… tapi begitu mengajukan konsep Customer Service dari berbagai teori dan ‘indepth analysis’…. eeehh malah dibilang: ‘ knapa disini ada customer service….? gak perlu itu…! Yang nglayanan nasabah itu agen ! agen !’….whoalaaa…. . bisa gila aku….. .

Kategori: Curhat · Leadership
Ditandai: , , , , , , , , , , , , ,

U don’t have to go to Venus to FInd Marketing. Marketing is All Around You.

Juni 28, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

One of My Lecture. Part of (soon there will be) My Book: Marketing For Dummies.

(Prenote: Inginnya ditulis dwibahasa. Tapi jadinya gado gado. Kalo udah matang ntar juga dirapiin. Ingetin ya).

Untuk kesekian kalinya – kursus lagi di Markplus. This time is to get the Brand Specialist / Certification. My dream course since there are no one aware or talking about this in my office. Curious, padahal menurut saya isu inilah yang paling penting dalam beberapa tahun ini yang paling lemah dan seharusnya dapat memperbaiki keadaan.

Marketing. Sesuatu yang sangat menarik. Marketing is not a mathematic thing – that is what they said. Whatever the idea – they will never be go wrong. Whatever the answer, is could be right. And there will never any rightest one. Jalankan saja. Hasilnya yang akan menentukan benar salahnya. Itulah yang saya dapatkan selama ini tentang Marketing.

Jadi mengapa adrenalin saya jadi naik begitu terjun ke pembahasan Marketing ?. Karena disinilah kita bisa membuat yang gila jadi waras dan yang waras jadi gila. Tak usah kita bicara tentang Sony & Walkman, atau tentang Teh Botol, atau Sampoerna yang dibeli dengan harga 5 kali lipat dari nilai sebenarnya, atau tentang Harley Davidson, atau tentang IBM, Bill Gates & Microsoft, Intel, Google, atau tentang Indomie & Mi Sedap, atau Zombie marketingnya Green Sands atau Anti Marketingnya Kafi Kurnia. But that is Marketing. Disinilah ajang untuk mengekspresikan pikiran. Kita bisa jadi orang paling gila di perusahaan, dengan ide gila dan hasil yang gila gilaan. Marketing is very out of the box. 

Buktinya ? Siapa yang bilang kalau mereka yang saya sebutkan diatas itu idenya waras pada saat mereka belum sukses ?. Lantas kenapa ide gila mereka bisa diterima mereka yang waras setelah mereka bisa buktikan kegilaan mereka itu berhasil ?.

So now, how do you define Marketing ?. Once again. Whatever your answer – You are right !. That is what the mentors said. Kalau begitu, let me define my own definition:

Marketing is all about WINNING PERCEPTION.

Winning the perception of Your Customer so that you got their hearth and buy your product and be loyal.
Winning the Perception of Your Employee/People so that you got their heart and give you the best of them.
Winning the perception of your shareholder cause you give them more money.
Winning the perception of your Competitor so that they believe that your product is better than theirs. ( walaupun kenyataannya gak).
Winning the perception of the Regulators so that they changes & make new Regulations. It means : YOU RULE !. (And how crazy is that you think ?).

Cukup sampai disana ?. Gaaaaaaaak !. How blind are you ?. Marketing Is everywhere !. Marketing is all around you.

It is a marketing when you try to win your woman hearth.
It is a marketing when you try to win your ‘Mother in Law wanna be’ hearth.
It is a Marketing when you try to confict you Boss with your idea or presentation.
It is a Marketing when you try to win your heart !. What did you called it in other words ?…errrrr…. a motivation ?.

Lebih jauh lagi, Marketing is in you !.
You do Segmentation when you try to choose a girl to be your lover.
You do Targeting when you choose older girl ( this must be some oedipus complex guy. Isn’t it) or a very young girl.
You do Differentiation process when you try to be someone in front of everybody. An honest and gentle one maybe. Or a narcist & selfish ?.
You do Branding when you put anything about you in anything you do.

You dont have to go to Venus or Mars, or MarkPlus or any other college — to Find Marketing. You can find Marketing everywhere. Marketing is all around you. Marketing is alreeady in you.

Copyrights: Muhammad Isman. Jakarta, Januari 2007.


(Footnote: Tulisan ini adalah asli dan ditulis langsung dari ide yang keluar begitu saja dari kepala saya. Jika saya temukan ada yang menggandakan tulisan ini atau mengaku ngaku sebagai tulisannya, maka saya akan tarik kolornya sampai nutupin seluruh kepalanya, lalu membawanya ke Pak Hermawan K. untuk diajarkan ‘Marketing Sampai Mati’).

Kategori: Marketing
Ditandai: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,