Beyond Imagination: A Diary Of An Alien

Entries categorized as ‘Miracle Story’

February 2009: Oh No, History Repeat Itself !

Februari 9, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Miraculously I have got my ‘next destination‘ this month. A better change that I have put it in my wish list years ago. I cannot tell you the detail, because one and another reason that I will tell you later.

Why miracle ?,  first: because this wish has slipped out of my mind nowadays, second: it was given unexpextedly, and the third: History repeat itself !.

It is not a dejavu I think. It is just repeat. How can I tell you …

Once, God saved me from a situation where I did not agree with ‘project leader’ because if I continue, then my professional prediction:  it won’t be able to work and will result a major loss. But they insisted the project to go on and disobey the term & condition I gave.

I could not go that way. I did not want to be a part of  the cause. Then God saved me. I was picked and put on a new place a new destination. A year later, after putting in two other project manager, they close the project and report some loss. OMG !.

Today, the History repeated !. Again – I found some leak in a plan and have report it that there will be a greater loss when we dont make an anticipation action soon. But it was t rejected and the plan still continue that way. What a shame !. Even everybody agree to the analisys but nobody dare to tell the truth to the ‘project leader’. They said ‘we’ll wait until last year and see how it happen’.

Now you know why they called me ‘Alien’. I am the one that speak.

If Napoleon said : “courage is like love. it must have hope for mounishment’, then I said : ‘courages come from love. They appear because you love‘. And the one have love is the one that live a life. Means that other not live. Die. But life. Zombies. Yes. Again….

It is better to be an Alien than a Zombie. Alien has love.

This time God pick me again and put me in a save and beautiful place.

I can only hope and pray, that my analisys is wrong and I am the stupid one. And I do not want to the history to repeat : my worries proven, which more people will suffer the damage.

Kategori: Life · Miracle Story · Uncategorized
Ditandai: , , , , , , ,

Lab School Rawamangun Kebakaran

September 7, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Malang sekali nasibmu nak, 30 Juli 2008 lalu tiba tiba mendapat SMS dari ortu siswa Lab School bahwa sekolah kebakaran pada siang hari tadi. Sorenya saya dan istri tercinta langsung menuju lokasi. Priska ikut. Lha wong itu sekolahnya dia. Untung hari itu hari libur. Coba kebakarannya pada hari sekolah……. gawatttt !.

Sesampai dilokasi, cukup ramai orang. Ada banyak mobil pemadam. Tapi lagi beres – beres. Kebakaran sore itu sudah padam. Banyak orang tua datang berkunjung.

Setelah parkir di sekitar kampus dekat SD Labs, kami berjalan kaki kearah gedung teater. Gedung Sekolah TK, SMA, SMP dan SD Labs itu menyatu di satu gedung yang berbentuk persegi panjang, yang diberi dua garis di antaranya. Gedung teater itu nempel disebelah dinding SMP.

Benar saja, disekitar jalan sudah diberi pita kuning polisi ‘ dilarang masuk’. Namun karena banyak orang masuk, dan ‘tidak dilarang’ beneran, kami masuk ke lokasi. Gedung Teater ludes terbakar.

Kami lalu masuk lebih kedalam, ke gedung SMP. Waduh, disitu sudah ramai anak anak murid SMP tersebut dengan para orang tuanya. Mereka sibuk jeprat jepret gedung sekolah mereka yang terbakar.

Api yang katanya bersumber dari Gedung Teater, menyambar gedung SMP yang nempel disebelahnya. Seluruh lantai 3 ludes terbakar. Untungnya, lantai 1 dan 2 utuh. Anak TK dan SMA lebih beruntung lagi. Gedung mereka utuh sama sekali. Rupanya angin berpihak pada mereka.

Kami mau menuju gedung SD di sebelah SMP. Namun karena sangat padat manusia dan ternyata jalan ditutup, kami keluar kembali ke gedung teater dan berjalan di koridor terbuka menuju pintu masuk SD.

Sepanjang jalan, kanopi plastik sebagai pelindung nak anak SD dari panas dan hujan, meleleh. Dari jalan di koridor kami menyaksikan seluruh lantai 3 sepanjang SMP dan SD sudah hancur.

Subhanallah !. Ada keajaiban. Musholla 3 lantai yang menyatu dengan gedung SMP dan SD utuh !. 3 lantai utuh !. Subhanallah. Bagaimana bisa api yang menghabisi seluruh lantai 3 SMP dan SD, bisa menyisakan lantai 3 musholla.

Kami lalu masuk kedalam gedung SD. Disitu pula sudah banyak siswa dan orang tua murid. Hari itu hari libur. Tapi karena kecintaan mereka pada sekolah, mereka menyempatkan juga datang menyaksikan sekolah mereka sebagian di lalap api.

Kami berdiri di tengah lapangan sekolah. Seluruh lantai 3 SD sudah tidak kelihatan sama sekali. Dari tengah lapangan itu pula sekali lagi terlihat lantai 3 musholla yang berdiri tegak utuh tak tersentuh api.

Esok harinya anak anak libur sekitar 3 hari. Mereka kemudian terpaksa numpang di SDN 13, 14 dan 15 Rawamangun untuk sementara waktu. Dengan terpaksa pula mereka masuk siang. Jam 13:00 dan pulang jam 18:00. Kasihan ya, mereka.

Bulan september ini, keluar pengumuman bahwa setelah dicek, ternyata gedung lantai 1 dan 2 masih layak guna. Jadi pemerintah tinggal membangun lantai 3 saja. Anak anak SD Labs bulan puasa ini sekarang sementara sudah bisa sekolah kembali di sekolahnya, walaupun harus berbagi waktu. Sebagian masuk pagi dan sebagian masuk agak siang, sampai menunggu waktu pembangunan lantai 3.


Kategori: Diary · Miracle Story
Ditandai: , , , , ,

Nyaris Ditilang

April 18, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Jakarta, 19 April 2008

Sepertinya Polisi – polisi sekarang sedang menggalakkan operasi tilang di Jakarta. beberapa malam yang lalu, pulang kantor bersama istri tercinta di daerah kuningan, lagi asik asik melaju tiba tiba ada polisi naik moge menyuruh minggir.

Dalam kebingungan karena merasa gak salah, saya minggir trus turun nyamperin.

“Ada apa Pak ?”
“Maaf Pak, anda melanggar peraturan lalu lintas!”
“Melanggar apa ?”
“Lampu belakang apak mati!”

Saya trus kebelakang mobil. Eeh benar, ternyata lampu kiri belakang saya mati. Heran !, padahal tadi pagi gak apa apa. Saya gak bisa bilang apa apa waktu diminta SIM & STNK. Dan saya tidak berniat untuk negosiasi. Kabarnya sekarang ada peraturan baru, kalau ketahuan nyogok polisi yang lagi nilang bakal kena denda Rp. 10 juta.

Enak saja !. Sambil menunggu si polisi mencoret coret formulir tilangnya, iseng iseng saya gedor lampu belakang yang mati itu. Eeeeh… nyala !.

“Pak ! Pak, lampunya gak mati tuh !. Ini nyala !”
” Hah ?” si polisi bingung. Dikiranya saya main main sama rem dia trus nyuruh lepas rem.
“Coba buka pintunya !”
“Ini pak !”
DIa melongok kedalam, dikiranya Istri saya nginjek rem. Ternyata nggak.
“Coba lepas rem tangannya !”
Nggak ngaruh juga. bweheheheheh………
Selagi ngobrol begitu, satu polisi baaw moge datang lagi. Ngiiik…!.
(Dikiranya saya lagi nego , mo nyogok temennya) di celingak celinguk ( Seakan akan mau menangkap basah).
Yang ada ternyata si polis yang pertama malah ngembaliin SIm & STNK saya.
“Pak, karena ternyata lampu mobil bapak sudah menyala, ini saya kembalikan SIM & STNK Bapak. Lain kali sebelum berangkat, diperiksa duilu lampu lampunya ya !”
“baik , Pak !” dan saya terus pergi (mereka juga).

Aneh Bin Abdullah !, keesokan pagi ketika saya periksa lampu belakang mobil, sudah gak nyala lagi. Dan ketika saya buka kapnya BOHLAMNYA NGGAK ADA !.
Saya cek ke lampu sebelah kanan, saya buka kap nya, ternyata masih komplit.
Lantas kemana bohlam lampu belakang yang satu lagi ?.
Setelah meriksa merogo rogo ke sekitar karpet bak belakang. Gak ketemu.
Apa mungkin bohlamnya ‘memuai’ sendiri…….?
Lantas yang nyala semalam itu lampu mana ……?

Hikmahnya saya ambil: Tuhan melindungi umatnya yang baik ini dari Setan Usil.

Swear ini kisah nyata, gak dibuat buat, di rekayasa apalagi di dramatisir.
(C)Papario, April 2008

Kategori: Diary · Miracle Story
Ditandai: , ,

Miracle Story (of my own) : Help from Angels !

April 17, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Mobilku ini memang rese’. Mogok pada saat yang gak di sangka sangka. Suatu waktu tahun lalu (2007) pagi pagi berangkat kerja bersama istri lewat jalan lama Cipinang. Pagi itu gak tau kenapa macet luar biasa. Diam di situ situ juga selama 15 menit.

Karena udah gerah dan stress mengingat banyaknya pekerjaan menunggu, maka saya berniat untuk mencari jalan lain. Maka beloklah saya di sebuah area tanah kosong. Lhadalah, roda depan masuk ke area tersebut, roda belakang kejeblos kedalam got ( karena semen diatasnya ambrol terinjak roda). Lha gimana ini ?. Mobil gak bisa jalan. Yang ada bagian bawah mobil jadi lecet.

Gak disangka sangka, baru saja turun dari mobil untuk mempelajari situasi, diantara kemacetan ada sebuah mobil pickup yang memuat serombongan para pekerja. Seperti para pekerja galian kabel. Mereka pada turun semua tanpa dikomandoi, dan langsung pada mengangkat bagian belakang mobil saya. Salah satunya bilang ‘ pak, mundurin mobilnya pak !’. Saya yang terkesimi, reflek masuk ke mobil dan memenudurkan mobil kembali ke jalan.

Roda keluar dari got dan saya langsung minggirin mobil ke pinggir jalan. Begitu turun dari mobil, mereka sudah pada loncat kembali ke bak belakang pickup. Saya mengejar seseorang yang paling belakang sambil merogoh uang di saku. Ternyata ketemu uang Rp. 5.000,- an. Karena buru buru saya kasih saja. Dan mobil pickup ngeloyor pergi, mengejar antrian macet beberapa ratus meter kedepan.

Alhamdulillah, semoga bapak bapak itu diberi kemurahan rezeki, dan kemudahan hidup serta kebahagiaan dunia akhirat, dan masuk surga.
Amin.

(Swear !, ini kisah nyata, gak boo’ng dan gak ditambah – tambahi , apalagi di dramatisir).
(C)Papario, April 2008.

Kategori: Diary · Miracle Story
Ditandai: , , , , ,

Miracle Story (of my own) : A Help from An Angel (2)

April 17, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Pertolongan dari ‘malaikat’ tidak datang sekali saja. Peristiwa yang serupa terjadi bisa beberapa kali. Misalnya pada suatu waktu saya pulang lembur hari sabtu sore pada tahun 2007 lalu, tiba tiba mobil saya mogok pas di belokan jalan casablanca dekat underpass casablanca. Mesin mendadak mati, tapi listrik nyala.

DI stater stater gak mau nyala…. sementara mobil belakang udah klakson – kalkson terus…. nah, belum sempet turun untuk ngecek, tiba tiba datanglah seorang polisi lalu lintas bermotor gede berhenti di pinggir jalan.

Gak pake ba – bi – bu lagi, gak pake buka helem ato kacamata hitamnya, gak pake ngomong, dia tahu tahu dorong mobil saya. Reflek saya arahkan mobil berputar dan masuk ke seberang jalan dan berhenti dipinggir jalan.

Nah (lagi), baru buka pintu mau turun mengucapkan terimakasih, si polisi tau tahu sudah berada di atas motornya dan langsung cabutt…….. !.

Selang beberapa menit kemudian (Sekitar 10 menit), mesin baru bisa hidup. Selama itu saya kira ada pejabat mau lewat (makanya si polisi membantu melancarkan lalu lintas ) — ternyata nggak.

Alhamdulillah. Semoga sang Polisi diberi rejeki yang banyak ( karena sudah berkorban tanpa pamrih), kenaikan jabatan yang cepat, dan masuk sorga. Amin.

Walaupun saya suka sebel sama polisi, karena suka iseng nilang — biarpun kesalahan gak disengaja, tapi polisi yang satu ini patut di acungi jempol.

Swear !, ini kisah nyata, gak boo’ng dan gak ditambah – tambahi , apalagi di dramatisir).
(C)Papario, April 2008.

Kategori: Diary · Miracle Story
Ditandai: , , ,

Miracle Story (of my own) : A Help from An Angel (3)

April 17, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar


Seringkali saya menyesal dan malu karena terkadang terlewat waktu untuk sholat, sujud berterimakasih
kepada Yang Maha Pemurah. Penyesalan itu datang setiap mengalami kejadian kejadian aneh (miracle).



Mau tahu kejadian kejadian apa saja itu ?. Salah satunya seperti dibawah ini:

Tepatnya 16 April 2008 jam 20:30 malam saya pulang kantor bersama istri. Seperti biasa lewat jalan Casablanca. Ketika memasuki turunan underpass Bypass Kampung Melayu, tiba tiba mesin mati!. Tapi listrik masih nyala. karena turunan, saya berusaha stater ulang dan memasukkan kopling. Sayang gagal. Mogok deh dikolong jembatan underpass tersebut !. Di jalur cepat ( sebelah kanan ) lagi !.
Saya stater stater ulang tuh mobil. Gak bisa bisa. Saya cek mesin, aki, busi , dugoyang goyang. Tetap gak mau idup. Sementara itu dibelakang sudah berisik suara kendaraan lain yang marah – marah. Akhirnya saya dorong sedikit tu mobil agak minggir biar gak terlalu mengganggu, sambil bersabar dan berharap mudah mudahan mesin bisa nyala lagi, atau ada pertolongan ada yang mau dorong.
Alhamdulillah, gak sampai 5 menit disitu sejak mogok, ada mobil Serena warna kuning emas minggir dan berhenti didepan mobil saya. Turunlah seorang Bapak berperawakan tidak jauh dari saya, lebih muda dari saya sedikit, memelihara sedikit jenggot, berpakaian bersih dan rapi.
Setelah mengucap salam, dia menawarkan untuk menarik mobil saya sampai di tempat yang aman. Saya langsung menyambut pertolongan tersebut. Ditariklah mobil saya keluar dari kolong underpass dan berhenti dipinggir jalan yang aman.
Sebelum orang itu pergi, dia menanyakan apakah saya sudah menghubungi bantuan orang terdekat, saya bilang belum karena mogoknya baru saja terjadi dan belum 5 menit.
Setelah beberapa kali menstater dan gagal, akhirnya saya minta tolong pada dua orang yang kelihatan seperti mahasiswa untuk mendorong mobil. gak sampai seratur meter, mesin mobil nyala. Saya lantas mengucap terimakasih dan memberikan uang lelah sebesar RP. 10.000,- kepada mereka.

Terimakasih ya Tuhan, begitu cepat datang pertolongan di kolong jembatan tadi. Terimakasih kepada orang yang sudah menolong saya tadi, saya doakan semoga kebaikannya dibalas oleh Tuhan beribu ribu kali lipat dan dimasukkan ke surga.

Amin.

Swear !, ini kisah nyata, gak boo’ng dan gak ditambah – tambahi , apalagi di dramatisir).
(C)Papario, April 2008.

Kategori: Curhat · Miracle Story
Ditandai: , , , , ,