Beyond Imagination: A Diary Of An Alien

Entries categorized as ‘Kids’

Calon Pemimpin Digembeng Ramadhan ini di ESQ

September 7, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Kriing.. beberapa hari yang lalu marketing ESQ menelpon saya. Biasa !, alumni selalu diajak untuk ikut agar recharge. Padahal saya merasa sudah lebih baik sejak ikut ESQ tahun 2006 lalu. Tapi orang bilang ‘ojo rumongso’, sayangnya semangat untuk recharge belum kuat. Salah satunya juga karena saya merasa tidak ‘turun’ kualitas ESQ saya.

Setelah ngobrol sebentar, saya inisiatif untuk mendaftarkan Rio. Setelah konfirmasi dengan Rio dan mamanya, mereka setuju. Tapi ternyata adiknya: Priska, mau juga. Yo wis lah, sekitar satu setengah juta rupiah di ‘investasikan’ untuk membangun mental penerus bangsa yang hebat dan teladan. Rio ikut ESQ for Teens sedangkan Priska ikut ESQ for Kids yang berlangsung hari Sabtu dan Minggu, 6 – 7 September 2008. Mudah mudahan ramadhan ini membawa berkah kepada keluarga kami. Amin.

Sabtu pagi jam 5:30 pagi kami berangkat ke Graha 165 di Simatupang, Cilandak. Pagi itu belum ramai, jadi registrasinya nyaman. Karena begitu jam 7 tiba, para ortu registrasi sampai ngantri.

Tadinya saya mau ikut recharge di lantai 2. Kebetulan ada kelas reguler. Tapi saya memilih untuk ikut briefing ortu. Ternyata 50% lebih anak – anak yang ikut ESQ ini ortunya sudah alumni. Bahkan dari sebagian peserta, ada juga anak anak yang alumni ikut lagi. Waktu mereka masuk, waduh antriannya rame. Satu ruangan ada sekitar 60 – 70 anak.

Hari pertama selesai jam 18:00. Mereka berbuka di Gedung 165 sementara orang tua yang gak nyiapin bekal, cuman ngiler aja. Syukur anaknya bagiin sebagian makanannya.

Hari kedua, kedua orang tua ikut masuk bergabung. Ha, seru nih. Ada pengakuan dosa dan tangis tangisan. Ditutup jam 18:00. Alhamdulillah orang tua sekarang dapet air mineral dan kurma untuk buka puasa.

Kategori: Diary · Kids
Ditandai: , , , , , , , , , ,

The Next Great Negotiator – Gubraakkk !

Juli 11, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Nah ini dia dua orang Negosiator yang paling ulung. Kecil kecil sudah pandai menawar nawar. Banyak sudah pengalaman tawar menawar yang mereka lakukan. Kalau dibuat CV mungkin sudah lebih 10 halaman.

Lihat itu wajah mereka. Pandangan Rio yang penuh akal dan keisengan. Sedangkan Priska, penuh rayuan yang menjatuhkan hati. Rio dan Priska. Nama mereka punya arti. Seperti nama Arab atau nama Indian.

[Their Photo Attached. If you can’t see them, it means they already ‘unattached’ it].

Rio. Male. Nama panjangnya dalam bahasa inggris punya arti :” Great River” atau Sungai yang besar. Mengapa sungai yang besar ?. Karena sungai yang besar adalah tempat dimulainya peradaban besar. Lihat saja : Mesir besar di pinggir sungai Nil, Bahkan Jakarta terkenal juga karena sungai Ciliwungnya !. Pokoknya, seperti sungai yang besar, mudah – mudahan bisa menjadi Raja yang pemurah, Pangeran yang penuh dengan sumber daya untuk membantu orang lain, dan sumber daya itu tidak pernah habis dan selalu harum namanya sepanjang masa (emangnya Ibu Kita Kartini !).

Priska. Female. Nama panjangnya dalam bahasa Inggris berarti : “Blessed Heavenly Flower” – Bunga surga yang diberkati. Bunga surga itu cantik dan harum. Apalagi yang diberkati. Mudah mudahan selalu bisa menjadi ratu yang bijaksana, permaisuri yang pemurah, putri yang pengasih.

Diluar harapan itu, both of them now known as The Negotiators. Coba saja, sejak kecil, kalau disuruh makan, nawar ‘Entar saja Ma !’, disuruh tidur jam 21:00, nawar jam 22:00, disuruh belajar, ‘Makan dulu ya Pa !’, Kalau diajak main sebentar, ‘Yaa… koq cuman sebentar !’. Si Priska yang sejak kecil ngemut jempol kalau mo tidur, selalu berjanji ‘Nanti kalau naik kelas ya Pa’. Dan janji itu cuma janji setiap tahun sejak TK.

Si Rio, apalagi. Sama guru ngaji, kalau diminta ngaji dua halaman, ditawar satu halaman saja. Disuruh ngaji satu halaman, nawar setengah halaman.

Dulu waktu disuruh tidur di kamar masing masing, gak boleh nyampur laki dan perempuan, mereka protes agak nawar: ‘Lantas, kenapa Papa dan Mama boleh tidur berdua ?, kenapa kami ga’ boleh ?’.

Sekarang pun masih begitu. Priska sampai saat ini naik kelas 4 SD. Dari dulu maunya ikut serta sekolah pesantren seperti keponakan saya di Solo. Lha, saya juga senang kalau dia jadi wanita yang memahami dan mengamalkan tentang kesolihah-an wanita muslim. Tapi saya yang gak tega ‘naro’ dia disana. Ketemunya setahun cuman 2 – 3 kali gitu !. Kalo dirumah kan bisa dicium, dipeluk , dicubit, digodain, diajak nyanyi, diajak brantem. Kan rame !. Kenaikan kelas kemaren dia nanya lagi. ‘Kapan aku bisa seperti Ina sekolah di pesantren ?’, kucari alasan: ‘ Lha, kamu masih ngemut jempol begitu gimana mau nginep sekamar sama teman teman ?. Apa gak malu ?’. Jawabannya sih kedengaran penuh harapan ‘Ya, iya deeh, nanti aku disana nggak ngemut jempol lagi’, ‘ wah, hatiku mulai senang dia mau gak ngemut jempol lagi. Tapi nyariss. Karena kalimat lengkapnya setelah dilanjutin jadi begini: ‘ Nanti aku usahakan supaya gak ketahuan. Kalau mereka sudah tidur baru aku ngemut jempoll…!’. GUBRAAAKK !.


(c)Papario, Juli 2008

Kategori: Diary · Kids · Leadership
Ditandai: , , ,

Video Games

Juni 28, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Fuwwwwiiiyy…main video game adalah salah satu hal paling menyenangkan dan ‘addictive’. Bisa menghilangkan kepusingan dan masalah selama main. Mungkin lebih baik begitu dari pada menghilangkan pikiran dan masalah dengan berfoya foya ‘dugem’, keluyuran gak tau juntrungannya nanti malah bermaksiat.

Main game membuat pikiran kembali kreatif, dinamis dan lincah. Mengasah untuk mengambil keputusan secara cepat dan melatih kesabaran. Memang sih, kalau terlalu ‘kecanduan’ bisa merusak kesehatan mata, tubuh dan otot. Jadi tetap harus dibatasi.

Siapa bilang main game membuat orang jadi lebih individual ?. Main video game jauh lebih baik dari pada ‘main’ Walkman, CDMan atau iPOD lho !. Itu yang membuat orang jadi individual. Buktinya, dengan masuk forum video game, saya bisa punya banyak kawan baru yang hobinya sama: Main video game. Bisa ngobrol, discuss, saling bantu memecahkan masalah bersama, main game bareng dll.

Main video game bukan untuk konsumsi kanak kanak saja. Buktinya dari hasil riset ditemukan bahwa lebih dari 40% pemain game juga adalah orang dewasa lho yang bekerja sebagai karyawan, wiraswasta dan profesional. Hmm, percaya atau tidak, orang berhenti main game bukan karena sudah tua, tapi berhenti main game membuat orang menjadi semakin tua….

Aku menganjurkan anak anakku untuk main game. Terutama yang bersifat Artificial Intelligent. Seperti Simulasi. Ini membuat wawasan mereka jadi terbuka lebih luas.

Misalnya Simulasi ‘Roller Coaster Tycoon’. Bagaimana menjadi Manajer yang ditugaskan untuk mengembangkan Taman Rekreasi dan supaya untung/ banyak penguunjung. Banyak faktor yang bisa dia pelajari disana. Paling tidak kalau mau jadi pengusaha, semua faktor itu mereka sudah tahu.

Adalagi simulasi sejenis ‘Sims City’. Anak anak belajar menjadi gubernur untuk memelihara kota kesayangannya. Jangan sampai rakyatnya tidak punya pekerjaan, tidak cukup sekolah, tidak punya tempat bermain, tidak punya rumah sakit, tidak cukup keamanan, dll. Bayangkan… dari kecil sudah belajar banyak hal dari bermain — hal yang sangat menarik minat mereka tanpa harus dipaksakan.

Ada pula Simulasi seperti ‘Civilization’ atau ‘Age of Empire’. Bayangkan bagaimana anak anak belajar untuk menjadi pemimpin.

Belum lagi diskusi mereka dengan teman – teman sesama pemain game untuk memecahkan masalah manajemen ‘kebun binatang’ di zoo tycoon, ‘taman hiburan’ di roller-coaster tycoon, ‘restaurant’, ‘perkereta-apian’ , ‘kemsyarakatan’ di sims city.

Banyak lagi simulasi yang bisa membuat anak anak kita berwawasan luas. Seperti Simulasi Pengusaha Bengkel, Restaurant, Kereta Api, Bandara, Supermarket. Simulasi Profesi seperti Arsitek, Insinyur, Fashion Designer, Dokter Hewan, dll. Dan itu semua dilakoni anak anak dengan antusias.

Bayangkan bagaimana ’siapnya’ wawasan mereka pada saat terjun ke dunia nyata begitu lulus SMA / kuliah ?.

Kita yang sudah dewasa…? Tugas kita adalah membuat anak anak kita menjadi jauh lebih baik dari pada kita sekarang. Bukan begitu ?.

(C)Papario, Jakarta Nov 2006.

 

 

Kategori: Kids
Ditandai: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Ortu tipe apakah anda ?

Juni 28, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Tipe Orto Apakah anda ?

Fasilitator
Ortu tipe ini umumnya menyediakan semua kebutuhan fisik putra-putrinya. Makanan bergizi, pakaian terbaik, guru terhebat, rumah ternyaman, dan sebagainya. Tetapi ortu ini jarang sekali secara pribadi membimbing putra-putrinya atau menjadi contoh untuk putra-putrinya untuk menjadi yang terbaik. Umumnya orut ini juga menginginkan putra-putrinya menjadi seperti dirinya. Ortu ini biasanya terlambat mengetahui kalau terjadi sesuatu atas putra-putrinya. Misalnya raportnya menjadi jelek, baru marah-marah “Kenapa jelek kan sudah diberi ini itu ?”. Umumnya ortu ini tidak mengetahui permasalahan yang dihadapi putra-putrinya. Dan jarang sekali dijadikan ajang curhat oleh putra-putrinya karena jarang sekali menyediakan dirinya untuk sebagai ‘teman curhat’. Namun menuntut agar putra-putrinya selalu ‘lapor’ kepadanya setiap ada masalah. Putra-putrinya tidak selalu merasa kehilangan bila ortu tipe ini tidak berada disampingnya dalan waktu cukup lama.

Mediator
Ortu tipe ini lebih ikhlas menyediakan waktu dan ‘dirinya’ untuk menjadi penuntun, pembimbing, contoh, panutan bagi putra-putrinya. Umumnya ortu ini bisa berganti peran pada waktu yang tepat untuk menjadi ortu’, ‘guru’, atau ‘teman’. Putra-putrinya umumnya lebih terbuka untuk ‘curhat’ menceritakan masalah mereka karena ortu inipun juga selalu sharing permasalahan dirinya kepada anak-anaknya (dalam konteks: bagaimana memecahkan masalah bersama-sama, kepedulian atas masalah orang lain). Ortu tipe ini adalah tipe preventive action sehingga sebelum rapor anaknya jelek, dia sudah mengetahui kecenderungannya dan mencegah sebelum terjadi (dalam konteks: mengajak memahami permasalahan dan memecahkan masalah). Ortu tipe ini selalu membentuk putra-putrinya untuk menjadi jauh lebih baik daripada dirinya. Putra-putrinya akan cepat merasa kehilangan ortu tipe ini bila tak disampingnya bahkan dalam waktu hanya sebentar.

copyright:papario@nov-2005

 

 

Kategori: Kids
Ditandai: , , , , , , , , , ,