Beyond Imagination: A Diary Of An Alien

Entries categorized as ‘Great Idea’

Transformasi : Mau Jadi Apa ?

April 4, 2008 · 1 Komentar


Seandainya gak kerja di kantor gini mau jadi apa ya ? hmm….. (mikir dulu)…

1. Pingin jadi da’i. Tapi gak becus ngoceh…. (alias gagap. Kecepatan otak sama kecepaan mulut gak sinkron. Tapi kecepatan otak sama kecepatan ngetik hampir sama. Jadi ide lebih mulus dituangkan pake tulisan….)

2. Pingin jadi petani. Petani Sayuran Hidrofonik. kayaknya asik tuh. Biar gak tergantung sama pasar. Bahkan bisa jualan.

3. Pingin usaha. Jadi pemegang franchise MI PELANGI alias mie warna warni. Dengan jaminan halal, tanpa pewarna buatan, tanpa pengawet. Boleh pilih mie merah dari strawberry, mi ijo dari bayam, mi kuning dari wortel ato duren..bweheheheh….., mi ungu dari terong….. bwahaaaaaahahaha….

4. Pingin jadi industrialis. Menciptakan videogame balapan berbentuk mobil beneran. Main balapan serasa balapan beneran. Termasuk benturan, tabrakan dan dorongan….

5. Pingin jadi entertainer. Penulis skenario, produser sekaligus sutradara. Naskah naskahnya sih udah sip. Realisasinya Kapan tauk. Tinggal tunggu modalnya.

6. Pingin ngajar — jadi dosen atao trainer. Pengalaman sih udah pernah ngajar di 2 tempat kursus komputer. Tapi tobat sewaktu harus ngajarin group orang bule. Mungkin sekarang kudu dipikirin lagi. TInggal cari waktu luang.

(c) Papario, 4 April 2008

Kategori: Curhat · Great Idea
Ditandai: , , , , , , ,

Meet The Demit

Maret 26, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Meet The Demit (Sebuah Skenario)
Komedi Horror
Bukan Lanjutan Filem Horror

Steve yang berkewarganegaraan Inggris adalah seorang eksportir ukiran jepara. Untuk memudahkan usahanya, dia berniat menikah dengan gadis lokal. Dalam suatu ketika ia berkenalan dengan seorang gadis yang bernama Tini yang ternyata bersedia menjadi istrinya.

Sehari setelah menikah, Steve baru tahu bahwa istrinya dan keluarganya adalah mahluk halus. Steve tidak dapat melarikan diri karena ancaman Bapak mertuanya: Pak Demit. Namun Steve juga harus bisa menghadapi ‘paman-paman’ genderuwo dan ‘bibi-bibi’ kunti nya Tini yang tidak sepakat dengan perjanjian keluarga Demit bahwa Steve tidak boleh diganggu. Belum lagi ponakan – ponakan tuyul – tuyul yang setiap hari selalu mencuri uangnya.

Bagaimana caranya Steve dapat menghadapi semua itu ?. Haruskah Steve meninggalkan Tini yang dicintainya ?.

Lengkapnya untuk tertawa terbahak bahak, baca di papario.blogspot.com/scenario/MeetTheDemit

Kategori: Great Idea · Skenario
Ditandai: , , , ,

Cinta Kipli

Maret 26, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Cinta Kipli (Sebuah Skenario)
Roman Komedi

Liburan kenaikan kelas, Kipli sedih. Karena semua teman temannya berlibur ke luar kota bersama orang tuanya. Sedangkan Ayahnya yang katanya menjadi TKI di Malaysia mengirim surat, bahwa liburan ini beliau tidak bisa pulang.

Pucuk dicinta ulam tiba ketika ia bertemu Fandi – Menantu Pak Haji, yang bandnya mau manggung di Malaysia. Ia melonjak kegirangan ketika ia ternyata diajak ikut tim band ke Malaysia. Ia mau bertemu Ayah nya. Alamat yang ada di surat di simpan baik – baik.

Namun apa yang terjadi ketika sesampai di Malaysia, Kipli malah di culik sekawanan penculik yang meminta tebusan. Kipli yang bingung memikirkan apakah ayahnya sudah jadi jutawan di Malaysia lalu berhasil melarikan diri dan bahkan bertemu dengan Zul ( sasaran penculik yang sebenarnya) yang wajahnya mirip sekali dengan dirinya yang ternyata anak seorang milyarder pengusaha Amusement Park.

Apa yang akan dilakukan Kipli ketika kemudian Zul berhasil tertangkap para penculik ?. Bagaimana perasaan Kipli ketika tahu ternyata ayahnya ternyata bukan TKI di Malaysia ?, Bagaimana usaha Fandi menemukan Kipli ?.

Baca skenario lengkap di: papario.blogspot.com/scenario/kipliland/

(C)Papario, Maret 2008

Kategori: Great Idea · Skenario · sastra
Ditandai: , , , , , , ,

Aku Bukan Selebriti

Maret 17, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Aku Bukan Selebriti (Sebuah Skenario)
Roman/Thriller Psikologi

Rafli adalah seorang seniman jenius yang sangat introvert. Walaupun dia rendah hati, tapi sangat ringan tangan dan itulah yang membuat dia punya banyak kawan dimana mana. Mulai dari pengusaha, Seniman, Pedagang Toko, Tukang Beca sampai preman.

Setiap hari hari Rafli dengan imajinasinya menciptakan karya – karya batinnya. Mulai dari Lukisan, Lagu, Patung, disain Busana sampai disain bangunan. Sebagian karyanya diberikan kepada kawan – kawannya sebagai hadiah yang bersifat pribadi namun lebih bayak karyanya disimpan begitu saja dalam rumah peninggalan orang tuanya.

Hari – hari berjalan tenang dan damai seperti biasa bagi Rafli karena semua sahabatnya memahami dirinya yang tidak menyukai ketenaran dan publisitas.

Namun semua menjadi berubah ketika salah satu karya lukisnya terjatuh dari sepeda motor karena kecelakaan kecil. Lukisan tersebut sampai ketangan Abror – seorang pencinta seni yang juga pemilik stasiun TV lokal. Ketika diketahui nilai lukisan ini ternyata mencapai Rp. 3 Milyar, maka Abror mengadakan sayembara ‘Who is The Mistery Artist ?’ – untuk mencari siapa sebenarnya pelukis lukisan tersebut.

Tayangan acara tersebut menjadi sangat populer selama beberapa minggu dan mencapai puncaknya ketika Kania – seorang reporter gigih menemukan fakta bahwa sang artis tersebut adalah Rafli.

Rafli kemudian menjadi pusat perhatian masyarakat, terlebih lagi ketika Kania membeberkan beberapa karya Rafli dalam acara tersebut dan ternyata sangat disukai.

Ketenaran dan publisitas malah menjadi neraka bagi Rafli. Kejaran media, infotainment, tawaran bisnis, perhatian masyarakat, terlebih lagi Kania semakin gencar berusaha membuka rahasia kehidupan pribadinya. Rafli nyaris bunuh diri.

Gagal bunuh diri malah membuat Rafli menjadi seorang yang berbeda. Tekanan yang terasa dahsyat bagi Rafli terutama dari Kania memuncak menjadi perang urat syaraf bahkan perang fisik yang bersifat pribadi menjadikan Jakarta siang dan malam menjadi medan pertempuran yang dahsyat antara Rafli dan Kania.

Akahkah hari hari Rafli kembali normal ?, Siapa yang menang antara Rafli dan Kania ?, Akankah rahasia hidup masa lalu Rafli terungkap ? dan apa sih sebenarnya rahasia yang disimpan Rafli dari masa lalunya ?

Detil cerita : papario.blogspot.com/scenario/Rafli_dan_Kania

(C) Papario, Maret 2008

………….
Jangan cari aku kalau mau sensasi.
Apapun yang kau cari aku biasa saja, tak ada yang istimewa.

Aku hanya pembuat barang seni yang kebetulan menjadi masterpiece
yang terkenal di seluruh dunia.
Tapi aku tetap orang biasa. Jangan panggil aku selebiriti.

Kamu tahu artinya selebiriti ?
Aku sendiri tak tahu pasti. Tapi dari kata aslinya aku sudah mahfum.
Maaf, bagiku selebriti adalah manusia ria. Manusia pesta – pesti.

Aku bukan selebriti.
Aku manusia biasa yang mencintai dan mencipta seni.

(C) Papario, Maret 2008

Kategori: Great Idea · Skenario · sastra
Ditandai: , , , , ,

Medical Record Centre for Everybody

Juni 29, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Ini adalah isi postingan saya di KASKUS – Kesehatan mengenai Pusat Medical Record untuk masayarakat Indonesia. Sayang untuk dilupakan:

http://www.kaskus.us/showthread.php?t=514658

Part 1: Postingan #1 19-April -2007
Bro…. setiap orang kan punya data rekam medis ( medical record : MedRec) sejak dia bayi sampai sekarang …… setahu saya, data tersebut terpisah pisah. MedRec waktu kita kecil ada di RS anu, medrec waktu remaja ada di RS anu di kota anu, med rec sekarang pun ada di RS in dan itu karena berobatnya tidak ke satu RS.

Padahal MedRec kita harusnya terkumpul jadi satu — agar riwayat kesehatan kita bisa menjadi lengkap — dan bisa diambil keputusan yang tepat dalam mengambil tindakan medis ……

Logika saya… medical record yang lengkap — adalah hak setiap warganegara…. ! Stuju gak ?

Say gak tau apakah sudah ada ato blom di Indonesia, tapi saya menginginkan adanya Pusat data Medical Record setiap orang, sehingga setiap orang MedRecnya lengkap. Untuk kita yang sudah terlanjur amburadul Medrecnya ya sudahlah… tapi untuk anak dan cucu kita mungkin bisa diusahakan sekarang juga…..

Bgimana pendapatmu bro ….?

Part 2: Postingan #12 20-April-2007 ( Lumayan banyak juga yang nanggapin)
kalo kita masih berharap pada pemerintah – sebaiknya mereka benahi saja mereka dulu sampai mampu melakukan ini.

Ada dua hal yang bisa membuat ide ini terrealisasi dengan cepat.

1. Kemandirian. Secara swasembada masyarakat membangun pusat data MedRec ini atas bantuan LSM.

2. Think Bisnis meen ! I wish I could invest my money ( which I have’nt) untuk membangun pusat database sendiri.
Beli Server. Bikin Sistem Online.
Bangun Pemasaran. Sosialisasikan pentingnya medical record yang lengkap untuk diketahui sendiri maupun untuk keperluan pengobatan.
Sebarkan kartu id MedRec (Magnetic). Yang berisi id personal si pemegang kartu (dengan pin).
Kerjasama dengan rumah sakit – rumah sakit untuk dapat berkomunikasi dengan sistem ini.
Setiap individu yang memiliki kartu ini dapat menggunakan kartunya di Rumah sakit saat ia berobat – agar dengan cepat Dokter dapat mengetahui histori penyakit – dimana saja – dirumah sakit mana saja – kapan saja – instantly, dan mengupdate langsung ke database tsb.
Kemana saja pasien berobat – MEdREc lengkapnya dapat dilihat oleh Dokter.
Rumah sakit yang tidak bekerjasama dengan Pusat data ini – akan ditinggal oleh pasiennya karena tidak memiliki fasilitas ini.
Perusahaan ini akan menjadi besaaaaar dan powerful !. Ini salah satu visi masa depan yang prospektif.

What d’ U think ?. Siapa yang mau invest duluan ?.

Lets do it mumpung masih banyak orang skeptis dan pesimis. Karena begitu orang sadar akan keuntungan dari ide ini.. maka makin banyak kompetitor yang berebut untuk menjadi nomor satu di bisnis ini .

 

 

Kategori: Great Idea
Ditandai: , ,

Ke Laut Aja !. Masa Depan Kita Ada di Laut !

Juni 28, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Judulnya sudah eye catching. Just for anyone who are open minded, broad vision & optimisticist .

Kita ngerasain ato peduli gak sih sama bangsa dan negara kita ini ?. Saat ini daratan Indonesia sudah luluh lantak. Bayangkan betapa rawan dan kompleksnya kondisi masa depan daratan Indonesia :

1. Bencana alam karena kerusakan hutan
2. Lahan – lahan yang dipergunakan tidak pada tempatnya
3. Penguasaan lahan oleh orang berduit lalu membangun area yang merusak kestabilan lingkungan hidup dan kesejahteraan penduduk sekitar
4. Ledakan jumlah penduduk dibandingkan jumlah lahan pemukiman
5. Penggerusan tanah wilayah Indonesia oleh negara tetangga
6. Ancaman pengalihan otoritas pulau pulau di batas negara ke negara tetangga
7. Beroperasinya bajak laut atau penyelundupan apa saja termasuk minyak bumi melalui laut
8. Ketidak pedulian atau peduli tapi gak punya solusi, atau punya solusi tapi gak berdaya eksekusi dari pemerintah Indonesia
9. apa lagi yaaa…… ???

Ditambah lagi isu pemanasan global ( Global Warming) yang mengancam dengan naiknya permukaan laut.

Coba pikir. PIKIR !. Bagaiman amsa depan kita ato anak cucu kita ?. Hayo…. bagaimana ini ?.

Nah, kalo daratan sudah jadi masalah dan kompleks untuk diselesaikan — bagaimana kalo kita kembangkan kehidupan kita kelak di atas laut saja !. Setuju ?.

Bayangkan, seandainya kita kembangkan teknologi kelautan, teknologi koloni dilautan, kita bisa membangun koloni diatas laut.

Kalau Amerika sudah bisa menemukan teknologi membangun koloni di luar angkasa, mari kita cari teknologi untuk membangun koloni diatas laut. Bagaimana membangun sebuah kota yang aman dari goncangan ombak, aman dari tsunami, yang fleksibel tanpa harus menggangu komunitas didalamnya.

Susah bayangin bentuknya. Bayangin saja sebuah pelampung bulat raksasa yang terapung di atas air. Kebayang kan ?. bahkan kalau dikasi tiang fleksibel ditengahnya, pelampung bisa diangkat dari permukaan sehingga bisa berada diatas permukaan, atau malah dibawah permukaan.

Kita bisa membangun ribuan koloni yang tersebar dari ujung utara ke selatan hingga ujung barat ke timur. Setiap koloni adalah sebuah kota berpenghuni dengan fasilitas lengkap seperti didaratan. Mulai hunian, sekolah, kantor, mall, gedung bertingkat serta fasilitas umum seperti hutan buatan, taman. Pokoknya gak beda sama di daratan.

Mau olah raga balap mobil, ada juga lho. Mau balapan di arena bawah laut…? bisa.
Ada restoran bawah laut sampai restoran tertinggi di koloni.
Produksi makanan, ada sawah organik, ada peternakan organik.
Mau buang sampah, ada fasilitas recycle.
Mau berkunjung ke koloni lain, ada transportasinya.

Bayangkan bagaimana kita bisa menyelamatkan umat manusia Indonesia dari kehancuran, akibat desakan pertumbuhan penduduk, desakan keamanan batas wilayah negara, dll.

Sayang sekali mental masayarakat kita belum mau memikirkan keadaan jauh kedepan. Bisanya hanya mikirin jangka pendek saja. Tapi saya tetap yakin. Generasi kita kedepan akan jauh lebih baik dari kita baik dari cara berpikir maupun mentalitasnya.

 

(C) Papario, Maret 2007

 

 

Kategori: Great Idea
Ditandai: , , , , , , , , , , , ,