Beyond Imagination: A Diary Of An Alien

Entries categorized as ‘Faith’

March 2009: The Survivors (Part 2)

Maret 8, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Sekali lagi, tulisan Eileen Rachman dan Syilvana Savitri di Kompas Sabtu 7 Maret 2009 tersebut sangat dibutuhkan untuk kondisi krisis seperti saat ini, yang terasa begitu berat bagi para pegawai.

Saya baru saja di ‘sentil’ ketika baru baru ini dipindahkan untuk memimpin sebuah unit bisnis yang pernah saya idam idamkan. Satu minggu kemudian saya mengajukan sebuah visi dalam rencana kerja 5 tahun. Dalam proposal saya sebutkan bahwa unit bisnis yang sudah berusia 5 tahun ini adalah sebuah unit bisnis masa depan, dimana bisnis lain akan menjadi seperti ini. Saya merencakan untuk memperbaiki segala bidang mulai dari organisasi, SDM, pelayanan  hingga teknologi, dan dalam tempo 3 hingga 5 tahun, unit bisnis ini siap untuk memisahkan diri dari induk  alias ‘spin off’.

Saya mengajukan usulan ini dalam rangka kewajiban saya sebagai kepala unit bisnis, saya harus membuat sebuah rencana kerja, sebuah visi, sebuah arahan, sebuah motivasi bagi apara pegawai di unit kerja saya. Saya harus membuat unit bisnis ini dari besi menjadi emas berlian yang berkilau.

Seperti biasa, sebagian orang yang mendengar usulan saya, perlu waktu lama untuk memikirkan. Yang lain tertawa dan secara halus mengatakan ‘ apa yang kamu ajukan itu bagus, tapi apakah kamu tidak lihat bagaimana kita sekarang ?… nyawa perusahaan kita sudah diujung tanduk.  Dalam dua – tiga bulan perusahaan ini  barangkali sudah akan tutup’.

Sekali lagi julukan saya disebut – sebut : ‘Alien’. Satu hal yang mereka tidak pernah sadar, saya selalu ingat dan selalu mengikuti prinsip yang diajarkan dalam agama ‘Beribadahlah dan berbuat baiklah kamu seakan akan kamu akan mati esok hari, dan bekerjalah kamu seakan akan kamu akan hidup seribu tahun lagi’. Demikianlah. Mana kita tahu perusahaan ini akan mati dalam berapa lama ?. Apakah memang sudah pasti dalam dua bulan ?. Apa iya tidak ada alternatif jalan keluar lain ?, Apa iya sama sekali tidak ada yang menolong kita ?. Selama tidak ada yang bisa memberikan kepastian ,  saya harus menjalankan tugas saya: melindungi moral para  karyawan. Saya harus memberikan opsi yang terpahit pada mereka agar mereka siap, tetapi juga saya harus membangun semangat mereka supaya mereka tetap menjadi pegawai yang handal dan optimis.

Jadi, saya dan para pegawai saya siap kalau benar perusahaan ini akan tutup dalam 2 -3 bulan ini. Tetapi kami juga sudah siap untuk menghadapi alternatif masa depan yang lain, dimana Tuhan memberi kesempatan kepada kita untuk terus survive. Kami tetap akan bangun pagi dan beribadah walaupun kami tahu bahwa suatu saat dunia akan kiamat.

Jakarta, 8 Maret 2009

Kategori: Faith · Leadership · Motivation
Ditandai: , , , , , , , , , , , , , ,

Aku Berjilbab

November 2, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Aku berjilbab karena syariat
Syariat mewajibkanku menutupi auratku

Aku berjilbab agar para pria memandang hormat padaku
agar para pria memandangku bukan karena nafsu
jilbab ini melindungiku dari syahwat yang tidak pada tempatnya

Aku berjilbab sebagai temanku
yang selalu dapat mengingatkanku kemana tujuan pergiku
yang pantas bagi muslimah

Aku berjilbab menutupi auratku, bukan hatiku
Agar aku terhindar dari fitnah, walau aku bukan muslimah sempurna
aku tetap berusaha, dengan ihtiar dan doa

Berjilbablah wahai kaumku
jangan kau tunda berjilbab dengan alasan kau ingin jilbabkan hatinmu dulu
berjilbablah untuk menutupi auratmu, bukan hatimu
berjilbablah karena kau muslimah
Insya Allah hatimu akan terlindungi dan selalu mendapat ridha

(c)Papario, Oktober 2007

Kategori: Faith · sastra
Ditandai: , , ,

Hari Baik Bulan Baik

Oktober 10, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Note: Ini bukan untuk didebat tetapi kita berusaha untuk memetakan sebuah kondisi.

Terkadang ada orang yang mencari hari atau bulan baik untuk pindah rumah. Mereka mencari
tahu dari buku buku petunjuk atau menanyakan kepada orang yang tahu. Ada saja jawaban yang ditemukan bahwa hari baik / bulan baik itu adalah hari anu bulan anu.. dan hari anu serta bulan anu adalah hari atau bulan tidak baik.

Apabila kita menyatakan bahwa ada hari atau bulan baik, berarti ada pula yang tidak baik, sehingga pada saat itu anda tidak akan melakukan sesuatu, apakah anda yakin ?. Apakah anda meragukan Kemuliaan Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang ?. Apakah Allah memang menciptakan hari hari / bulan yang tidak baik buat kita ?. Apakah dalam perintah setiap hari untuk beribadah suatu saat kita akan dihadapkan dengan hari tidak baik ?.

Bulan Suci Ramadhan seringkali dijadikan alasan bagi kebanyakan orang untuk memperbanyak ibadah — karena kesucian bulan ini memberikan pahala berlipat ganda dan memberikan lebih banyak rahmat. Bahkan pada bulan inilah saat yang baik untuk bertobat.

Lantas apakah dengan begitu, dibulan lain ibadah kita lantas menjadi tidak seheboh di bulan Ramadhan ?. Apakah kita lalu boleh mengendurkan intensitas ibadah ? Atau bahkan kembali melakukan maksiat maksiat kecil maupun besar ? lalu bertobat lagi di Bulan Suci Ramadhan ?. Apakah dibulan lain kita tidak boleh bertobat ?.

Kebaikan Ramadhan atau bulan lainnya itu kembali kepada pelakunya. Kesucian Ramadhan tidak ada artinya bagi mereka yang tidak berusaha kembali ke fitrah dan secara konsisten menjaga kefitrahannya.

Peningkatan ibadah, berbuat baik, itu perlu dijaga secara konsisten. Bulan lain akan menjadi bulan yang lebih baik dari pada bulan lainnya bagi seseorang apabila pada bulan itu ia kembali ke fitrah, benar benar bertobat dan mulai secara konsisten menjalankan ibadah dan kebaikan.

Tidak ada hari atau bulan yang tidak baik buat seseorang untuk berbuat baik dan bulan baik akan menjadi hari naas baginya bila ia berbuat kebatilan.

Papario – 10 Oktober 2007
Sumber: Emha Ainun Najib dalam sebuah siaran radio.

Kategori: Faith
Ditandai: , , , , ,

Ramadhan: Satu Langkah Lagi Menaiki Tangga Keimanan

September 20, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Alhamdulillah, bertemu lagi dengan Ramadhan tahun ini. Dan inilah saat yang paling baik untuk mereview keimanan kita. Apa yang sudah kita lakukan kemarin dan peningkatan apa lagi yang akan kita lakukan tahun ini.

Sering orang bilang terutama di televisi, pada saat ramadhan kita harus meninggalkan kebiasaan – kebiasaan lama dan mulai melakukan ibadah ibadah yang selama ini ditinggalkan. Pada saat inilah kita meningkatkan keimanan kita.

Hal ini seakan akan keimanan itu seperti ‘merry-go-round’ yang naik turun lalu naik lagi lalu turun lagi. menerus. Seakan akan, ramadhan itu seperti benteng keimanan sedangkan bulan lain, benteng itu tidak ada dan keimanan bisa turun lagi.

Padahal tidak seperti itu seharusnya. Memang betul, puasa itu mencuci dosa kita yang lalu. Tapi tidak berarti setelah ramadhan dosa atau kebiasan buruk itu boleh dilakukan lagi, dan ibadah yang sudah ditingkatkan bisa ditinggalkan lagi. Salah besar itu !. Salah besar !.

Peningkatan ibadah di bulan Ramadhan tidak naik turun seperti komidi putar, tapi berjenjang naik seperti tangga.

Kalau kamu sudah meninggalkan kebiasaan buruk di bulan Ramadhan, maka setelah ramadhan tetap kamu tinggalkan !. jangan dilakukan lagi !. Begitu terus setiap Ramadhan, semua kebiasaan buruk atau dosa akhirnya semakin banyak yang kamu tinggalkan.

Begitu juga ibadahmu. Jika tahun kemarin kamu sudah melaksanakan komplit sholat 5 waktu, maka sampai sekarang dan nanti tetap seperti itu, jangan bolong bolong lagi. Jika di ramadhan ini kamu sudah mulai mengerjakan sholat sunnat, maka sampai ramadhan tahun depan dan seterusnya sholat sunnat itu tetap kamu lakukan. Jika ramadhan tahun ini kamu sudah tidak pernah berbohong lagi, maka seterusnya kamu tidak berbohong.

Begitulah seharusnya Ramadhan. Seperti anak tangga yang kita naiki satu langkah setahun sekali. Setiap langkah berarti peningkatan kualitas keimanan dan pribadi yang sempurna.

Wassalam

(C)Papario, Ramadhan 1428H / September 2007

Kategori: Faith
Ditandai: , , , , , , ,

Mengapa Nabi Muhammad SAW adalah Nabi yang terakhir ?

Juni 29, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

(C)Papario, Mei 2007

Saya sering bercerita kepada anak anak pada saat mereka mau tidur. Hal ini saya lakukan sejak mereka bayi sampai sekarang ( SD ). Baik cerita dongeng, cerita lucu sampai cerita cerita nabi. Tidak semua cerita nabi saya hafal tetapi sebagian besar sudah saya ceritakan.

Setiap bercerita tentang nabi, mereka bertanya hal hal sperti ini: ‘Kenapa nabi hanya ada 25 ?’. ‘Kenapa Tuhan menurunkan Nabi ?’, ‘Kenapa nabi Muhammad dijadikan Nabi yang terakhir ?’. Pertama tama memang agak susah menjawabnya. Karena saya tidak mau asal jawab. Karena setiap jawaban selalu dipegang erat dan tertanam dalam otaknya. Mereka adalah kertas putih yang sangat ingin ditulisi dengan hal hal yang baru.

Akhirnya setelah membaca berbagai referensi saya menemukan kesimpulan yang bagi saya merupakan jawaban. Sekali lagi ini adalah kesimpulan. Jawaban ini setahu saya belum pernah saya temukan dalam referensi manapun yang pernah saya baca. Kecuali mungkin secara eksplisit. Demikian jawaban saya kepada anak anak saya :

‘Allah selalu menghendaki umatnya untuk selalu menyembahNya dan hanya kepadaNya. Demikian dinamakan Tauhid. Sejak diciptakan manusia pertama (Adam As) perintah itu sudah jelas. Namun ketika beliau wafat – ajaran Tauhid kemudian menjadi langka. Sehingga Allah kemudian menurunkan nabi yang berikutnya agar Tauhid terpelihara. Setelah nabi berikutnya wafat, manusia kembali menyambah yang lain selain Allah sehingga diturunkanlah nabi yang berikutnya.


Demikianlah yang terjadi – mengapa Tuhan tidak pernah bosan mengirimkan utusannya dengan tujuan yang sama, yaitu: Agar manusia hanya menyembah Tuhan Allah saja dan tiada yang lain.


Sehingga jelas : semua nabi yang diturunkan Allah hanya mengajarkan satu ajaran – yaitu Tauhid. Semua tanpa terkecuali, sejak Nabi Adam, Nuh, Musa, Daud hingga nabi Isa. Pada akhirnya Tauhid yang diajarkan – kemudian disimpangkan oleh pengikutnya. Manusia kembali menyembah yang lain selain Allah.


Lantas kenapa setelah Muhammad tidak ada Nabi lagi ?. Sudah jelas toh !, sejak diturunkannya nabi Muhammad sebagai utusan Allah, hingga sekarang, ajaran tauhid tetap terpelihara : dalam Islam.


Seandainya saja ajaran Tauhid kembali langka, maka Tuhan pasti akan menurunkan nabi yang baru. Tetapi Tuhan telah menjanjikan bahwa setelah Muhammad, ajaran Tauhid akan terpelihara hingga akhir zaman. Karena itulah Nabi Muhammad adalah nabi yang terakhir’.

Kategori: Faith
Ditandai: , , , , , , , , , ,

To Live In Hope

Juni 28, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

(thinking)
The end of one journey is always the beginning of another.
Change is painful, and always comes with a cost.
It hurts to bear those costs, but we can’t allow that to sway us.
Tomorrow is a mystery; the only thing we can do is face it with resolve.
We move forward, always forward and into what’s next.
We make a choice, we act on that choice,
and all that’s left is to live in HOPE. 

From Jordan Colliers ( Fiction Character from Tv Series 4400 )

I found this quote in a webpage of 4400 TV Serial.

 

 

Kategori: Faith · Life · sastra
Ditandai: , , , , , ,

Tujuh Langkah Setan Menggoda Manusia

Juni 28, 2007 · 1 Komentar

Dalam satu ceramah Ramadhan thn 1999, Ustadz Quraish Shihab pernah mengungkapkan sesuatu yang sederhana namun cerdas:

” Ada 7 langkah setan untuk menggoda manusia , yaitu :

1. TIDAK MENGAKUI TUHAN DAN AL QURAN
Yang paling utama adalah Mengajak Manusia Tidak Mengakui Tuhan dan Tidak mempecayai Al Qur’an. Ini adalah dosa yang paling besar dan tidak terampunkan.
Apabila tidak berhasil maka setan akan mundur ke langkah kedua yaitu,

2. TIDAK MENGAKUI RASULULLAH DAN AL HADIST.
Bila tidak berhasil lagi, maka setan akan mundur ke langkah berikutnya,

3. MENGERJAKAN DOSA BESAR Yaitu berjudi, Berzina, Durhaka pada orang tua dll.
Bila tidak berhasil maka setan akan mundur ke langkah merayu manusia untuk -

4. MENGERJAKAN DOSA KECIL Seperti Berdusta, Menipu, Menjelek-jelekkan Orang, bergunjing,

Bila tidak berhasil, setan akan mundur merayu manusia untuk -

5. MENGERJAKAN YANG MAKRUH Jika tidak dilakukan berpahala, jika dilakukan tidak apa – apa.

6. MENGERJAKAN YANG MUBAH Jika tidak dilakukan tidak apa, jika dilakukan tidak berdosa.

7. MENGERJAKAN AMAL YANG PAHALANYA SEDIKIT SAJA. misalnya, jika beramal sedikit saja, jika sholat tidak perlu berjamaah.”

Demikianlah setan menggoda kita dari yang dosanya terberat hingga akhirnya setan menggoda untuk berbuat amalan yang pahalanya sedikit saja.

Jadi setiap tindakan kita, dapat kita ukur apakah kita sudah terbujuk salah satu rayuan setan diatas atau tidak.


copy from quraish-shihab lecture on tv

Kategori: Faith
Ditandai: , , , , , , , , , , , , , ,