Beyond Imagination: A Diary Of An Alien

Entries categorized as ‘Curhat’

January 2009: A Rainy Beginning

Januari 14, 2009 · & Komentar

Bulan ini baru terasa hujan sederas derasnya. Menurut ramalan cuaca, curah hujan tertinggi ada di pertengahan bulan Januari 2009 hingga pertengahan bulan Februari 2009.

Wah, dalam keadan begini saja, Jakarta sudah ‘menyeramkan’. Harus antar anak sekolah masuk jam 6:30 pagi, dalam keadaan hujan deras. Trus ke kantor hujan masih belum berhenti. Di jalan sudah mulai tergenang tinggi, dan air sungai di kampung melayu sudah naik ke jalan. Begitu setiap hari. Bagaimana pertengahan januari nanti ya ?.

Sepertinya pelajaran orang tua jaman dulu bahwa musim hujan ada di setiap bulan yang namanya berakhiran ‘ber’ sudah tidak berlaku lagi. Khawatir juga dengan dampak perubahan lingkungan gara gara kerakusan manusia.

Begitu juga dengan Kota Jakarta. Kalau dikembangkan tanpa ‘ilmu’, maka beginilah akibatnya. Padahal disain peningggalan jaman Belanda sudah sangat bagus dan modern. Sayang dirusak oleh orang orang tak berilmu.

Dijalan banyak sekal orang kemalangan. Ada tukang bajaj yang bajajnya mogok, ada sepeda motor yang kecebur lobang di jalan sehingga motornya rusak. Ada yang saya sumpah serapahin karena menghalangi jalan dan mencipratkan becekan ke mobil, ada pejalan kaki yang terciprat air dari lintasan motor atau mobilm, ada pedagang asongan yang gak bisa jualan, ada polisi yang gak bisa ngatur jalan karena derasnya hujan, ada anak sekolah atau guru yang sampai sekolah bajunya basah,  ada yang rumahnya bocor.

Saya doakan semoga saya dan kalian semua yang mendapat cobaan dari Tuhan selalu bersabar dan semoga kita tetap diberi rahmat oleh Yang Maha Kuasa.

Kategori: Curhat · Diary
Ditandai: , ,

Menyikapi Kemacetan Di Jakarta

November 27, 2008 · & Komentar

Mulai 1 Januari 2009, anak anak sekolah di Jakarta akan mulai sekolah jam 6.30. Peraturan daerah ini dikeluarkan dalam rangka mengatasi kemacetan di Jakarta.

Hm, lucu juga ya. Jalanan Jakarta sudah dipenuhi lintasan Busway, sudah di batasi dengan tri-in-wan, aturan bagi pengendara sepeda motor dan lainnya. Tapi koq tetap macet ya. Sekarang anak sekolah jadi sasaran. Sepertinya kalau masih memiliki pola pikir seperti ini, kebijakan – kebijakan yang akan dikeluarkan pemerintah untuk mengatasi kemacetan, sepertinya Jakarta akan tetap macet. Suatu waktu nanti, bisa saja ada aturan bahwa yang bersekolah atau bekerja di Jakarta harus berdomisili di Jakarta. Atau Jakarta akan menerapkan peraturan yang diterapkan dinegara Asia yang sudah maju lainnya. Misalnya pembatasan usia kendaraan yang boleh melewati jalan raya. Siapa tahu ?.

Bertahun tahun yang lalu saya pernah membaca koran KOMPAS minggu yang menceritakan tentang masalah kemacetan di sebuah kota besar di Amerika. Dahulu, kota tersebut adalah salah satu kota yang luar biasa macet. Untuk mengatasi kemacetan, pemerintah setempat mengeluarkan RENCANA STRATEGIS dengan membangun dan memperbanyak MRT ( Mass Rapid Transportation ) seperti kereta listrik dan monorel. Beberapa tahun kemudian. Kota itu tidak lagi menjadi kota yang penuh kemacetan. Tidak ada lagi jalanan berjubel kendaraan. Semua penduduk merasa lebih nyaman dengan transportasi massal yang baru.

Namun ternyata hal ini tidak berlangsung lama. Sedang jaya – jayanya MRT, sebuah perusahaan kendaraan bermotor membeli perusahaan MRT tersebut. Apa yang terjadi kemudian ?. Tanpa sebab yang jelas perusahaan MRT ditutup oleh perusahaan kendaraan bermotor tersebut. Kota itu kemudian kembali menjadi kota yang penuh kemacetan lalu lintas.

Jadi, tetap macet atau tidaknya Jakarta tergantung kepada kepentingan. Siapa yang dirugikan kalau Jakarta tidak macet ?. Saya suka tertawa miris kalau ada perusahaan kendaraan bermotor mem-proklamirkan keberhasilan volume penjualan yang tinggi.

Saya sih berpikir sederhana. Apa sih yang sudah dilakukan oleh negara negara lain baik di Barat maupun di Asia sehingga mereka bisa mengatasi kemacetan di kota kota besarnya ?. Jawabannya : MRT.  So ?.

(Footnote: Saya sedang mencari lagi informasi nama kota besar di Amrik tsb. Barangkali di Kompas.com masih ada arsipnya . Atau ada yang bisa bantu ?. Thanks before).

Kategori: Curhat · Uncategorized
Ditandai: , , , , , , , ,

Ketika Musim ‘Cumi’ Lewat

Oktober 17, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Saya jarang nonton TV. Kecuali kalo lagi dipanggil sama sang kekasih, “say, kesini say, ada berita heboh …’, atau lagi bener bener gak da yang dikerjain lagi. Lebih banyak TV digunakan untuk nonton DVD atau main game.

Bulan ramadhan lalu pun, nonton TV – lebih banyak untuk nungguin bedug maghrib. Nah, disela-sela acara, lewatlah iklan ‘cumi’ Indosat.  Serial iklan ‘cumi’ yang menampilkan Adli Fairuz dan rekan rekannya menjadi bagian dari kultum menjelang bedug.

Kreatifitas para kreatifis di biro iklan memang hebat. ‘Cumi’ yang sebelumnya adalah bahasa gaul yang tidak populer akhirnya menjadi populer. ‘KucingIklan‘ Si pembuat iklan yang gak nyangka cuminya ‘nyangkut’ di benak orang banyak kena batunya. Ketika dia eye-shopping di kios ponsel, nanya – nanya dan gak bli, si SPG nyletuk ‘dasar CUMI, cuma milih-milih doang !’. wakakakakkk…..

Iklan ‘cumi’ biarpun cumi (cuma iklan) akhirnya berhasil ngetrend. Tapi menurut saya yang harus menjadi perhatian, satu hal negatif dari sana jangan ditiru. Ungkapan ‘cumi’ adalah satu dari sekian banyak umpatan. Kelihatannya sih halus. Tapi bila mulai SARA ( Suku – Agama – Ras, dan Anatomi ), ya jadi kasar lah !.

Ketika anak – anak hafal iklan ini, trus melihat orang cacat wajah ( red: bibir) trus nyeletuk cumi (alias cucah mingkem), ya kan jadinya gak bener. ‘KucingIklan’ si pembuat iklan punya temen yang dosen yang tega mengatai anaknya cumi – karena memang susah mingkem.

TV memang susah dilarang kepada anak – anak. Kita lahyang memberi pengertian apa yang baik dan boleh ditonton di TV. Saya cuma berharap, gak ada umpatan umpatan baru di sekitar kita. Jangan sampai setelah musim cumi lewat, datanglah Onta ! – On taimer, Kebo ! – Kena bo’ong, dll.

Kategori: Curhat · Diary
Ditandai: , , , , ,

Agama Muslim dan Non Muslim ?

September 7, 2008 · 1 Komentar

Untuk yang kesekian kalinya telinga saya gatal. Bagaimana tidak, Pembaca Do’a itu ngawur..!. ngawur sekali…!. Ini sudah yang keberapa kali saya mendengar mereka berkata seperti ini: ‘…untuk yang beragama Muslim, silakan mengikuti do’a saya, untuk yang beragama non muslim silakan berdoa menurut kepercayaannya masing – masing ….’.

Mana ada itu yang namanya agama muslim dan agama non muslim ?. Yang saya tahu dari dulu sampai sekarang, agama – agama itu antara lain, agama Islam, Agama Kristen, Agama Katolik, agama Hindu, Agama Budha. Ini perlu diluruskan. Saya memang suka ‘gatal’ dengan kesalahan yang mungkin orang anggap kesalahan kecil.

Muslim bukan agama. Muslim adalah orang yang menganut agama Islam. Non Muslim adalah orang yang tidak menganut agama Islam. Jadi, jangan sampai bikin agama baru ya pak kyai !.

Kategori: Curhat
Ditandai: , , ,

Sikap Pandai Menyikapi Kenaikan Harga dan BBM

Juli 3, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

(Diambil dari salah satu artikel di ‘Tomorrow Newspaper Today‘ atas seijin pemiliknya langsung secara telepati. hahahahahah…)

Pojok Opini: Harian Ibukota
Sikap Pandai Menyiasati Kenaikan Harga dan BBM
oleh Rio AP, Mahasiswa S3 UI

Jakarta, 31 Agustus 2010

Terus terang saya risih kalau ada orang yang meributkan masalah kenaikan BBM. Gak habis pikir gitu loh. Sepertinya bener kalau banyak orang bilang termasuk kita sendiri kalau orang Indonesia itu gak kreatif. Malah sebaliknya: malas dan destruktif.

Emangnya saya gak kesusahan dengan naiknya BBM ?. Susah brooo hidup ini, SUSAH. Amit – amit. Tapi apa karena itu kita jadi trus teriak ? protes ? demo ?. Kayaknya gak smart gitu jadi orang !. Kayaknya kalau ikut kok merasa jadi BODOH !.

Perubahan harga BBM itu kan haknya pemerintah. Ya toh !. Perubahan terjadi karena pengurangan subsidi yang selama ini meninabobokan masyarakat, selama ini MEMANJAKAN masyarakat. Seperti anak sekolah selama ini diantar jemput terus disuruh naik kendaraan umum. Seperti anak yang biasanya disuapin trus kemudian disuruh makan sendiri. Seperti orang yang biasa pakai pembantu terus pembantunya mudik. Seperti Bapak yang biasanya dijemput sopir naik mobil dinas setelah pensiun lupa kalau dia belum punya mobil pribadi sehingga harus naik sepeda motor anaknya.

Itu namanya orang kehilangan pegangan tapi gak punya cadangan / backup. Itu kan namanya perubahan habit. Perubahan kenyamanan. Perubahan beban. Setiap perubahan apapun kok masyarakat Indonesia selalu nolak. Apa orang Indonesia memang gitu ya ?.

Padahal masih banyak yang perlu ‘dikhawatirkan’ oleh manusia yang hidup dibumi ini yang lebih KRITIS dari pada sekedar kenaikan harga BBM. Misalnya masalah Hutan Indonesia yang semakin digunduli, masalah pemanasah Global, masalah korupsi yang belum keluar dari sistem. Yang itu – itu yang mengancam kehidupan kita kedepan. Nah yang kayak gini yang seharusnya bisa menggoncang kedudukan seorang Presiden !. Bukannya masalah BBM !. Kalau masalah BBM bisa menggoncangkan kedudukan seorang Presiden, bhwaaah !, (mau bilang betapa bodohnya masyarakat Indonesia, gak tega).

Saya pikir, sebaiknya cabut saja sekalian subsidi itu 100% !. Nah, sekarang bagaimana menyikapi secara benar perubahan tersebut. Nah saya mengumpulkan data perilaku dari manusia yang bereaksi secara pintar selayaknya manusia diberi otak oleh Tuhan.

Yang pertama dilakukan orang biasanya adalah mikir. Iya, mikir !. Tapi bukan berpikiran pendek. Tapi berpikir secara sistematis, yaitu memikirkan tindakan preventif Jangka Pendek, lalu tindakan Jangka Menengah, dan Jangka Panjang.

Kalo beban hidup seseorang naik, reaksi yang paling mudah adalah melakukan penghematan aatu efisiensi. Kalo biasa menggunakan kendaraan bermotor ngalor ngidul kemana mana, suka dugem, suka balapan, suka jalan jalan, nah sudah saatnya mengurangi, atau mulai lebih sering gunakan kendaraan umum. Kalau mobilnya boros, diiritkan atau pake kendaraan yang lebih irit. Kurangi aksi tancap gas.

Terus, mengurangi pegeluaran yang bersifat pemborosan lainnya. Menurunkan standar hidup, misalnya setiap hari makan ayam jadi seminggu dua kali. Mencari pos pendapatan lain ( yang halal temtunya). Buka usaha sampingan.

Kemudian reaksi yang berikutnya orang mulai mikir, tindakan selanjutnya yang lebih efektif apa ya ?. Temen saya yang pintar bilang begini: O, ya. Saya kan naik sepeda motor sendirian tiap hari. Bagaimana kalao saya ‘tukar’ sepeda motor saya dengan sepeda ?. Akhirnya dia menjadi anggota komunitas BIKE TO WORK Jakarta.

Bagaimana kalau kita tambah satu komunitas lagi , yaitu Bike To School ? Jadi berkurang deh mobil antar jemput pribadi maupun kolektif. Aaaah… nantinya paling cuman ‘anak mami’ yang masih guna mobil jemputan.

Apa lagi ya ?. Salah satu teman saya yang tinggal di Bekasi kemudian berinvestasi, dengan membeli satu unit Rusunami yang lokasinya dekat dengan kantor. Katanya tahun depan dia sudah bisa berhemat biaya transportasi Jakarta – Bekasi, berhemat biaya ‘pegal-pegal’ Jakarta – Bekasi. Berhemat energi uang dan waktu selama kerjanya 20 tahun kedepan. Jadi selisih waktunya dia bisa rekreasi, jogging sore sore, fitness lebih lama.

Tau gak !, dampak dari adanya ratusan tower Rusunami di Jakarta apabila nanti tingkat huniannya bagus, maka juga akan berdampak efisiensi BBM. Bayangkan kalau pemerintah mengeluarkan Perda bahaw semua pekerja di Jakarta wajib berdomisili di Jakarta. Wah, betapa iritnya BBM, jalan tol Jakarta ke Bogor atau Bekasi bakalan lebih lowong. heheheh….

Trus, teman saya yang satu lagi yang tinggal dipinggir kota mengusulkan pada bossnya untuk kerja model SOHO. Karena sebagai seorang programmer, yang diperlukan darinya bukanlah sosok kehadirannya dikantor, tapi hasil kerja dan pemikirannya, maka bossnya mengijinkan dia kerja dirumah dan mengirimkan hasil kerjanya melalui internet untuk dikompilasi di Kantor. Meeting di kantor dilakukan hanya seminggu sekali. Beruntungnya teman saya ini, uang transportnya gak dipotong !. bweheheheh….. Berapa persen karyawan Jakarta yang bisa ‘dirumahkan’ tapi tetap produktif ?.

Apa lagi ya?, banyak lho kepintaran manusia ini yang bisa ditiru manusia lainnya yang bisa merubah destruktifitas menjadi efektifitas dan efisiensi.

O ya, saya dengar di sebuah kampung di Jawa Barat, berhasil mentransformasikan gas kotoran ternak menjadi gas untuk masak. Dan ini diimplementasi se kampung !. Hasil pengembangan dan kerjasama masyarakat dengan pihak Perguruan Tinggi. Pinter tuh ! Pinter !. Itu baru menggambarkan sikap pihak akademisi, membantu masyarakat memberikan solusi cerdas.

Temen saya yang memang sudah susah hidupnya, hanya bisa menambah amal dengan mulai membiasakan diri puasa Senen – Kemis. Tapi dia puas. At least usahanya tidak membuat orang lain sengsara.

Nah jangka panjangnya gimana ?. Yang ini lebih bebas mikirnya. Yang jelas kita perlu mengembangkan energi alternatif. Misalnya pendanaan dari pemerintah untuk melanjutkan penelitian Blue Energi yang benar – benar efisien. Penggunaan Solar Cell di rumah rumah untuk mengganti paling tidak 50% atau lebih konsumsi listrik dirumah.

Jangan pemerintah mendanai untuk bikin kendaraan yang nota bene malah menggunakan energi yang sudah mau punah ini. Kalu memang mau mengembangkan alat transportasi, kembangkanlah alat transpertasi rapid massal. Kok kayaknya yang ini gregetnya gak nampak ya ? Padahal inilah yang dibutuhkan oleh masyarakat. Yang baru ada di Jakarta ya itu Busway. Proyek monorel malah ilang beritanya. Yang ada ‘rangkanya’ merusak pemandangan Jakarta. Tapi sabar, sabar. Mudah mudahan diterusin.

(bersambung)

Kategori: Curhat · Diary
Ditandai: , , , , , , , , , , , , , , ,

Miracle Story (of my own) : A Help from An Angel (3)

April 17, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar


Seringkali saya menyesal dan malu karena terkadang terlewat waktu untuk sholat, sujud berterimakasih
kepada Yang Maha Pemurah. Penyesalan itu datang setiap mengalami kejadian kejadian aneh (miracle).



Mau tahu kejadian kejadian apa saja itu ?. Salah satunya seperti dibawah ini:

Tepatnya 16 April 2008 jam 20:30 malam saya pulang kantor bersama istri. Seperti biasa lewat jalan Casablanca. Ketika memasuki turunan underpass Bypass Kampung Melayu, tiba tiba mesin mati!. Tapi listrik masih nyala. karena turunan, saya berusaha stater ulang dan memasukkan kopling. Sayang gagal. Mogok deh dikolong jembatan underpass tersebut !. Di jalur cepat ( sebelah kanan ) lagi !.
Saya stater stater ulang tuh mobil. Gak bisa bisa. Saya cek mesin, aki, busi , dugoyang goyang. Tetap gak mau idup. Sementara itu dibelakang sudah berisik suara kendaraan lain yang marah – marah. Akhirnya saya dorong sedikit tu mobil agak minggir biar gak terlalu mengganggu, sambil bersabar dan berharap mudah mudahan mesin bisa nyala lagi, atau ada pertolongan ada yang mau dorong.
Alhamdulillah, gak sampai 5 menit disitu sejak mogok, ada mobil Serena warna kuning emas minggir dan berhenti didepan mobil saya. Turunlah seorang Bapak berperawakan tidak jauh dari saya, lebih muda dari saya sedikit, memelihara sedikit jenggot, berpakaian bersih dan rapi.
Setelah mengucap salam, dia menawarkan untuk menarik mobil saya sampai di tempat yang aman. Saya langsung menyambut pertolongan tersebut. Ditariklah mobil saya keluar dari kolong underpass dan berhenti dipinggir jalan yang aman.
Sebelum orang itu pergi, dia menanyakan apakah saya sudah menghubungi bantuan orang terdekat, saya bilang belum karena mogoknya baru saja terjadi dan belum 5 menit.
Setelah beberapa kali menstater dan gagal, akhirnya saya minta tolong pada dua orang yang kelihatan seperti mahasiswa untuk mendorong mobil. gak sampai seratur meter, mesin mobil nyala. Saya lantas mengucap terimakasih dan memberikan uang lelah sebesar RP. 10.000,- kepada mereka.

Terimakasih ya Tuhan, begitu cepat datang pertolongan di kolong jembatan tadi. Terimakasih kepada orang yang sudah menolong saya tadi, saya doakan semoga kebaikannya dibalas oleh Tuhan beribu ribu kali lipat dan dimasukkan ke surga.

Amin.

Swear !, ini kisah nyata, gak boo’ng dan gak ditambah – tambahi , apalagi di dramatisir).
(C)Papario, April 2008.

Kategori: Curhat · Miracle Story
Ditandai: , , , , ,

Transformasi : Mau Jadi Apa ?

April 4, 2008 · 1 Komentar


Seandainya gak kerja di kantor gini mau jadi apa ya ? hmm….. (mikir dulu)…

1. Pingin jadi da’i. Tapi gak becus ngoceh…. (alias gagap. Kecepatan otak sama kecepaan mulut gak sinkron. Tapi kecepatan otak sama kecepatan ngetik hampir sama. Jadi ide lebih mulus dituangkan pake tulisan….)

2. Pingin jadi petani. Petani Sayuran Hidrofonik. kayaknya asik tuh. Biar gak tergantung sama pasar. Bahkan bisa jualan.

3. Pingin usaha. Jadi pemegang franchise MI PELANGI alias mie warna warni. Dengan jaminan halal, tanpa pewarna buatan, tanpa pengawet. Boleh pilih mie merah dari strawberry, mi ijo dari bayam, mi kuning dari wortel ato duren..bweheheheh….., mi ungu dari terong….. bwahaaaaaahahaha….

4. Pingin jadi industrialis. Menciptakan videogame balapan berbentuk mobil beneran. Main balapan serasa balapan beneran. Termasuk benturan, tabrakan dan dorongan….

5. Pingin jadi entertainer. Penulis skenario, produser sekaligus sutradara. Naskah naskahnya sih udah sip. Realisasinya Kapan tauk. Tinggal tunggu modalnya.

6. Pingin ngajar — jadi dosen atao trainer. Pengalaman sih udah pernah ngajar di 2 tempat kursus komputer. Tapi tobat sewaktu harus ngajarin group orang bule. Mungkin sekarang kudu dipikirin lagi. TInggal cari waktu luang.

(c) Papario, 4 April 2008

Kategori: Curhat · Great Idea
Ditandai: , , , , , , ,

Alien in Action 2008

Februari 29, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Tulisan Pertama di Tahun 2008. Agak terlambat memang. Maklum : Sibuk. Tapi ada sebabnya. Begini ceritanya:

Pada bulan Januari 2008 saya menerima SK pengangkatan jabatan saya menjadi Deputy General Manager atau Wakil Kepala Divisi per tanggal 2 Januari 2008. Wah, surprise !. Tapi tak seindah yang dibayangkan. Sudah naiknya nanggung, selama 3 bulan evaluasi, gaji tak naik tapi tanggung jawab lebih besar. Istilah umumnya evaluasi masa kerja 100hari. Bweheheheh….. belum tau mereka !. Mari kita lihat setelah bulan Maret, apakah saya tetap atau malah kembali turun. Of course, saya yakin dengan segala keyakinan – keyakinan yang ada – masa sih gak lulus ?.

Bicara keyakinan, saya merasa mirip dengan Fidel Castro. Dari filem biografinya yang saya tonton, dia teryata adalah seorang yang ‘Self Confident’ nya SANGAT tinggi. Berani beda karena dia yakin bahwa dia benar. Dan pada akhirnya dia cocok dijuluki sebagai ‘Alien’ (Lihat tulisan saya mengenai I’m An Alien). Seorang yang berbeda dan konfident dengan perbedaannya.

Dahulu, setelah jabatan Manager, ada General Manager (GM), lalu Direktur. Tapi entah kenapa tiba tiba muncul Jabatan Deputy GM dibawah GM. Disatu sisi saya merasa dilecehkan dan dicurangi. Enak bener dong para GM sekarang yang tidak perlu menempuh jalur jabatan Deputy GM !. Kenapa ?. Tapi tak apalah, saya memang tidak pernah menuntut apapun dari perusahaan. Segala sesuatu ada balasannya dari Tuhan. Mungkin saya belum dianggap cukup ‘mature’ tetapi perusahaan ‘terpaksa’ karena tidak ada calon lain. Tunggu saja tiga bulan lagi….
grrrrrr…..

By the way, saya merasa bersyukur. Bukan karena saya dipromosikan. Tetapi karena saya merasa dipercaya oleh Direksi. Saya pikir ini karena ‘Positioning’ diri saya yang saya ciptakan diperusahaan yang disampaikan langsung oleh salah satu Direksi pada saat saya Presentasi dan Wawancara Calon GM didepan Pemegang Saham : ‘Dia ( sambil menunjuk saya) ini adalah karyawan yang dikenal tidak menjadi bagian dari ‘kubu’ atau kelompok manapun diperusahaan’.

Artinya ?. Pelajaran apa yang bisa kita dapat dari sini ?.

Perusahaan ini selama 20 tahun sampai saat ini telah beberapa kali melakukan perubahan formasi baik di tingkat Top Manajemen lalu ‘menular’ sampai ke Low Manajemen dan staff. Dan setiap saat selalu ada saja yang merasa ‘disingkirkan‘ dan kebalikannya ada yang ‘di-anak emas-kan‘.

Setiap terjadi pergantian manajemen hal ini berulang. Sehingga timbullah kubu, kelompok, dendam lama, perasaan disingkirkan, kasak kusuk protes, kegiatan sabotase, dan lain lain yang notabene mengganggu dan melambatkan kinerja perusahaan.

Sekali lagi saya bersyukur karena semua orang disini melihat saya bisa berada dimana saja. Dengan memfungsikan diri sebagai PR (Public Relation) unit kerja saya, saya bergaul dengan siapa saja, masuk kelompok mana saja tanpa harus menjadi bagian kelompok tersebut. Semua dalam rangka KOORDINASI UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN. Baik pekerjaan sendiri maupun pekerjaan mereka. Kalo gak gitu, mana bisa pekerjaan di perusahaan beres.

Saya juga tidak pernah bergantung apapun kepada atasan kecuali perintah dan nasehatnya. Saya selalu berusaha – apa yang dilihat oleh atasan saya adalah hasil kerja saya. Sehingga putusan atas karir saya – semata karena produktifitas, dan bukan karena kedekatan, sukuisme agamaisme, almamaterisme, dll.

Saya rela untuk dijuluki ‘Alien’ disini. Saya tidak berpihak pada kelompok manapun. Pendapat manapun semua bisa benar, bisa salah, karena itu hukum yang manusia , maka tergantung kepentingan. Saya berpihak pada hukum Tuhan, yang benar adalah benar, yang salah adalah salah.

Salam.
(c)Papario, 29 Feb 08.

Kategori: Curhat · Leadership
Ditandai: , , , , , , , , , , ,

Stress Management: The Magic of Power of Mind

September 3, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Cuti selama seminggu, bukannya ‘fresh’ tapi malah stress.

Beberapa hari terakhir jantung saya berdetak sangat kencang dan badan terasa lemas. Memang sih — banyak pikiran dikepala saya, begitu masuk kerja hari senin nanti pasti sudah harus menghadapi ini – itu, masalah ini – masalah itu, tuntutan ini tuntutan itu.

Kalu mikirin itu semua — badan rasanya jadi sakit -sakitan. Semalaman saya mikir cara menghilangkan stress ini.

Akhirnya saya putuskan untuk merubah paradigma berpikir saya. Saya kekantor bukan untuk menghadapi masalah, tapi untuk menolong. Menolong rekan – rekan kerja. Menolong perusahaan. Masalah saya adalah masalah mereka juga.

Ajaib, mendadak malam itu saya merasa badan saya sehat, dan bisa tidur nyenyak sampai pagi. Berangkat kekantor tanpa beban, dan menghadapi semua persoalan dengan ringan. Karena niat menolong orang tadi. Akhirnya setiap masalah – masalah dapat dilalui dan diselesaikan dengan pikiran ringan.

Sekali lagi terbukti, The power of mind can make magic to your life.

Lalalala… ( sepotong lagu dari MIKA, album Live in Cartoon: ‘Relax, take it easy’)

Took a ride to the end of the line
Where no one ever goes.
Ended up on a broken train with nobody I know.
But the pain and the longings the same.
Where the dying.
Now I’m lost and I’m screaming for help below.
….

Relax, take it easy
For there is nothing that we can do.
Relax, take it easy
Blame it on me or blame it on you.
Relax.

There is an answer to the darkest times.
It’s clear we don’t understand it but the last thing on my mind
Is to leave you.
I believe that we’re in this together.
Don’t scream – there are so many roads left to run.

Relax, take it easy
For there is nothing that we can do.
Relax, take it easy
Blame it on me or blame it on you.


Kategori: Curhat
Ditandai: , , , , , , ,

DVD Collection

Juni 29, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Huuu huuu huuuu ;( … … XBOX-ku belum bener – bener juga… udah 4 bulan gak bisa maen game nih. Maen terakhir Januari – pas game game XBOX udah gak terbit lagi judul barunya. Untung pas rilis terakhir desember 2006 sudah kebeli semua dan udah tamat semua.

Mau maen di PC, PC nya blom di upgrade. Apalagi maen di PC kayaknya jadi mahal deh ongkosnya.. setiap ada game baru – kudu upgrade memorynya lah, grafik cardnya lah, belom lagi kalo gak berhasil install gara gara itu game bajakan.

Mau beli XBOX 360 — selain karena blom punya duit, masih belum yakin gara gara isu 3RL, dan blom bisa save ke HD. Gamenya sih udah banyak dan bagus bagus lagi. Kalah deh PS3 ( udah mahal, gamenya dikit, beberapa bahasa jepang lagi). Oya, blum lagi beli TV HDMI biar grafiknya byaaar !.

Akhirnya buat hiburan — koleksi DVD film serial TV. Mulai dari Steven Spielberg ‘Taken‘, ‘4400′, ‘Supernatural’, ‘Dresden Files’, ‘The Triangle’, ‘Smallville’ sampai ke serial ‘Heroes’. Rata rata Sci-Fi. Kayaknya ntar lagi mau koleksi ‘Eureka’, ‘The Unit’ sama ‘Painkiller Jane’. Lumayan. Sambil nabung biar dananya cukup bwat beli XBOX360. Pingin lihat Ninja Gaiden di 360 sehebat apa grafiknya.

Kategori: Curhat
Ditandai: , , , , ,