Beyond Imagination: A Diary Of An Alien

Masukan dari Januari 2009

Pelajaran berharga dari film The Accidental Husband (2009)

Januari 16, 2009 · 1 Komentar

accidental-husband-posterBaru selesai nonton The Accidental Husband. Bercerita tentang Dr. Emma Lloyd ( Uma Thurman) seorang konsultan spesialias masalah hubungan pria – wanita. Emma yang sebentar lagi akan menikah dengan Richard Bratton (Colin Firth) mempunyai banyak penggemar atas talk show radionya dan bukunya yang baru terbit: True Love.

Sekali waktu seorang wanita berkonsultasi padanya apakah pria yang akan dinikahinya adalah pria yang tepat. Dan Emma bilang ‘Apakah kamu yakin dengan perkawinanmu dengan dia akan langggeng, karena …% pernikahan dengan pria sepertinya akan bubar dalam waktu singkat’. Atas masukan dari Emma, wanita ini lantas membatalkan pernikahan nya dengan Patrick Sullivan (Jeffrey Dean Morgan) seorang petugas pemadam kebakaran.

Patrick yang kemudian merana karena diputuskan oleh wanita idamannya, lalu melakukan balas dendam.
Bagaimana kemudian kehidupan Emma dirusak oleh Patrick ? Apalagi ketika Emma akan mendaftarkan diri akan menikah dengan Richard di catatan sipil, Emma dinyatakan oleh catatan sipil sudah menikah dengan Patrick !. Nonton sendiri lah yau… !

Setiap cerita pasti ada pesan moralnya. Dan pesan moral disini adalah : Jangan pernah memberikan tanggapan atau saran dimana anda sendiri tidak mengetahui bagaimana pokok persoalannya, bagaimana memposisikan diri sebagai orang orang yang terlibat dalam keputusan anda (tidak menyertakan empati).

Coba bayangkan bagaimana jika seorang audit menemukan sebuah kasus di sebuah departemen, lalu tanpa meneliti lebih dalam dan mencari keseimbangan atau keadilan bagi tertuduh, sehingga si tertuduh lalu dikenakan hukuman, dan yang bersangkutan merasa tidak bersalah, terus merana karena kehilangan pekerjaan atau orang yang dicintai ?.

Karena itu, anda sebagai seorang konsultan atau apapun pekerjaan yang melibatkan putusan atas nasib orang lain, maka seyogyanya menyertakan empati dan rasa keadilan serta keseimbangan dan kebijaksaan dalam memberikan ‘judge’ atau tuduhan, sebelum penderitaan orang yang belum tentu bersalah itu menjadi ‘dosa’ yang harus anda bawa seumur hidup !.

Kategori: Resensi
Ditandai: , , , , , ,

January 2009: A Rainy Beginning

Januari 14, 2009 · & Komentar

Bulan ini baru terasa hujan sederas derasnya. Menurut ramalan cuaca, curah hujan tertinggi ada di pertengahan bulan Januari 2009 hingga pertengahan bulan Februari 2009.

Wah, dalam keadan begini saja, Jakarta sudah ‘menyeramkan’. Harus antar anak sekolah masuk jam 6:30 pagi, dalam keadaan hujan deras. Trus ke kantor hujan masih belum berhenti. Di jalan sudah mulai tergenang tinggi, dan air sungai di kampung melayu sudah naik ke jalan. Begitu setiap hari. Bagaimana pertengahan januari nanti ya ?.

Sepertinya pelajaran orang tua jaman dulu bahwa musim hujan ada di setiap bulan yang namanya berakhiran ‘ber’ sudah tidak berlaku lagi. Khawatir juga dengan dampak perubahan lingkungan gara gara kerakusan manusia.

Begitu juga dengan Kota Jakarta. Kalau dikembangkan tanpa ‘ilmu’, maka beginilah akibatnya. Padahal disain peningggalan jaman Belanda sudah sangat bagus dan modern. Sayang dirusak oleh orang orang tak berilmu.

Dijalan banyak sekal orang kemalangan. Ada tukang bajaj yang bajajnya mogok, ada sepeda motor yang kecebur lobang di jalan sehingga motornya rusak. Ada yang saya sumpah serapahin karena menghalangi jalan dan mencipratkan becekan ke mobil, ada pejalan kaki yang terciprat air dari lintasan motor atau mobilm, ada pedagang asongan yang gak bisa jualan, ada polisi yang gak bisa ngatur jalan karena derasnya hujan, ada anak sekolah atau guru yang sampai sekolah bajunya basah,  ada yang rumahnya bocor.

Saya doakan semoga saya dan kalian semua yang mendapat cobaan dari Tuhan selalu bersabar dan semoga kita tetap diberi rahmat oleh Yang Maha Kuasa.

Kategori: Curhat · Diary
Ditandai: , ,