Beyond Imagination: A Diary Of An Alien

Masukan dari September 2007

Ramadhan: Satu Langkah Lagi Menaiki Tangga Keimanan

September 20, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Alhamdulillah, bertemu lagi dengan Ramadhan tahun ini. Dan inilah saat yang paling baik untuk mereview keimanan kita. Apa yang sudah kita lakukan kemarin dan peningkatan apa lagi yang akan kita lakukan tahun ini.

Sering orang bilang terutama di televisi, pada saat ramadhan kita harus meninggalkan kebiasaan – kebiasaan lama dan mulai melakukan ibadah ibadah yang selama ini ditinggalkan. Pada saat inilah kita meningkatkan keimanan kita.

Hal ini seakan akan keimanan itu seperti ‘merry-go-round’ yang naik turun lalu naik lagi lalu turun lagi. menerus. Seakan akan, ramadhan itu seperti benteng keimanan sedangkan bulan lain, benteng itu tidak ada dan keimanan bisa turun lagi.

Padahal tidak seperti itu seharusnya. Memang betul, puasa itu mencuci dosa kita yang lalu. Tapi tidak berarti setelah ramadhan dosa atau kebiasan buruk itu boleh dilakukan lagi, dan ibadah yang sudah ditingkatkan bisa ditinggalkan lagi. Salah besar itu !. Salah besar !.

Peningkatan ibadah di bulan Ramadhan tidak naik turun seperti komidi putar, tapi berjenjang naik seperti tangga.

Kalau kamu sudah meninggalkan kebiasaan buruk di bulan Ramadhan, maka setelah ramadhan tetap kamu tinggalkan !. jangan dilakukan lagi !. Begitu terus setiap Ramadhan, semua kebiasaan buruk atau dosa akhirnya semakin banyak yang kamu tinggalkan.

Begitu juga ibadahmu. Jika tahun kemarin kamu sudah melaksanakan komplit sholat 5 waktu, maka sampai sekarang dan nanti tetap seperti itu, jangan bolong bolong lagi. Jika di ramadhan ini kamu sudah mulai mengerjakan sholat sunnat, maka sampai ramadhan tahun depan dan seterusnya sholat sunnat itu tetap kamu lakukan. Jika ramadhan tahun ini kamu sudah tidak pernah berbohong lagi, maka seterusnya kamu tidak berbohong.

Begitulah seharusnya Ramadhan. Seperti anak tangga yang kita naiki satu langkah setahun sekali. Setiap langkah berarti peningkatan kualitas keimanan dan pribadi yang sempurna.

Wassalam

(C)Papario, Ramadhan 1428H / September 2007

Kategori: Faith
Ditandai: , , , , , , ,

Stress Management: The Magic of Power of Mind

September 3, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Cuti selama seminggu, bukannya ‘fresh’ tapi malah stress.

Beberapa hari terakhir jantung saya berdetak sangat kencang dan badan terasa lemas. Memang sih — banyak pikiran dikepala saya, begitu masuk kerja hari senin nanti pasti sudah harus menghadapi ini – itu, masalah ini – masalah itu, tuntutan ini tuntutan itu.

Kalu mikirin itu semua — badan rasanya jadi sakit -sakitan. Semalaman saya mikir cara menghilangkan stress ini.

Akhirnya saya putuskan untuk merubah paradigma berpikir saya. Saya kekantor bukan untuk menghadapi masalah, tapi untuk menolong. Menolong rekan – rekan kerja. Menolong perusahaan. Masalah saya adalah masalah mereka juga.

Ajaib, mendadak malam itu saya merasa badan saya sehat, dan bisa tidur nyenyak sampai pagi. Berangkat kekantor tanpa beban, dan menghadapi semua persoalan dengan ringan. Karena niat menolong orang tadi. Akhirnya setiap masalah – masalah dapat dilalui dan diselesaikan dengan pikiran ringan.

Sekali lagi terbukti, The power of mind can make magic to your life.

Lalalala… ( sepotong lagu dari MIKA, album Live in Cartoon: ‘Relax, take it easy’)

Took a ride to the end of the line
Where no one ever goes.
Ended up on a broken train with nobody I know.
But the pain and the longings the same.
Where the dying.
Now I’m lost and I’m screaming for help below.
….

Relax, take it easy
For there is nothing that we can do.
Relax, take it easy
Blame it on me or blame it on you.
Relax.

There is an answer to the darkest times.
It’s clear we don’t understand it but the last thing on my mind
Is to leave you.
I believe that we’re in this together.
Don’t scream – there are so many roads left to run.

Relax, take it easy
For there is nothing that we can do.
Relax, take it easy
Blame it on me or blame it on you.


Kategori: Curhat
Ditandai: , , , , , , ,