Masukan dari Juni 2007
“Empires are not brought down by outside forces,
they are destroyed by the weaknesses from within“
Lionel Luthor. Character From Smallville(Superman) TV Series.
Lionel adalah bapaknya Alexander “Lex” Luthor. Lex adalah teman sekaligus evil nemesisnya Clark Kent aka Superman.
Lionel adalah buusiness yang hebat dan berhasil. Walaupun ia menghalalkan segala cara sampai mengorbankan keluarganya, tetapi nasehat nasehat bisnisnya – jitu. Contohnya nasehat diatas kepada anaknya.
Kejatuhan suatu kerajaan bukan karena kekuatan dari luar, tetapi dari kelemahan yang ada didalamnya. Karena itu apabila perusahaanmu sedang turun, melorot, jangan salahkan kondisi luar. Tetapi introspeksilah dirimu dan lingkungan di dalam perusahaanmu. Kamu harus temukan kelemahan dalam perusahaanmu. Lalu perbaiki.
(C) Papario, June 2007.
Footnote: Lex pernah mengatakan suatu ungkapan mengenai ayahnya kepada Clark. “When my father died, Kings will be come, when your father died, his friend will be come”.
Kategori: Leadership
Ditandai: empire, luthor, nemesis, smallville, weaknes
Munafik adalah Tahu sesuatu itu salah tapi tetap dilakukan, dan tahu sesuatu itu benar tapi tetap gak dilakukan. Waduh mudah mudahan gak terjadi dengan saya. Saya akan selalu konsisten.
Lingkungan kita ternyata terdiri dari orang orang munafik. Tidak orang lain tidak teman sendiri. Bagi mereka, munafik adalah tahu sesuatu itu enak tapi gak dilakukan, dan tahu sesuatu itu tidak enak tapi dilakukan. Tapi ngapain enak kalo mesti jadi orang yang gak bisa dipercaya…? Bicara seolah jadi orang benar tapi dibelakang melakukan yang salah…?
Bwahahahah… dari pada gue jadi orang yang gak bisa dipercaya, gak bebas… mendingan jadi Alien. Tul gak bro !.
Kategori: Life
Ditandai: alien, konsisten, munafik, tahu
… Lantas kesimpulan apa lagi yang dapat diambil dari tulisan ini ?. Ada lho. Petunjuk berikutnya untuk mengangkat pemimpin adalah: ’CARILAH CALON PEMIMPIN YANG MEMPUNYAI HOBI DIBIDANG KESENIAN’. Apakah itu seni musik, seni rupa, seni tari atau kesenian lainnya. Kenapa ? Karena seorang yang senang dengan kesenian, adalah orang yang sudah mengunakan otak kanannya untuk bekerja.
Jadi, analisalah pemimpin dibawahmu. Seorang yang punya skill sangat baik, tetapi gak bisa main salah satu alat musik, atau tidak suka melukis (misalnya) maka kemungkian besar yang bersangkutan akan bergaya kaku dan statis, selalu text book oriented dan hanya ‘Do the things right’.
Sedangkan pemimpin yang lain yang menjalani hobi di bidang kesenian, maka kemungkinan besar dia akan lebih fleksibel dan dinamis, Out of the box serta mampu ‘Do the right things’.
(C)Papario, Mei 2007
Footnote: Sebagaimana kita tahu, otak manusia terdiri dari belahan otak kiri dan kanan. Otak kiri berkaitan dengan fungsi akademik yaitu kemampunan berbicara, kemampuan mengolah tata bahasa, baca tulis, daya ingat (nama, waktu dan peristiwa), logika, angka, analisis, dan lain-lain. Sementara otak kanan tempat untuk perkembangan hal-hal yang bersifat artistik, kreativitas, perasaan, emosi, gaya bahasa, irama musik, imajinasi, khayalan, warna, pengenalan diri dan orang lain, sosialisasi,dan pengembangan kepribadian (source: http://radmarssy. wordpress.com/2007/02/07/latihan-menyeimbangkan-otak–kanan–dan-kiri/).
Kategori: Leadership
Ditandai: pemimpin, out, box, otak, kiri, kanan, seni, manajemen, hobi, kesenian, skill, analisa, musik, fleksibel, right
Sebuah karya seni (ambil contoh: lukisan) membutuhkan beberapa persiapan sebelum menjadi sebuah masterpiece (atau sapuan amatir). Yang pertama diperlukan adalah peralatan lukis seperti kuas, cat, air dan kanvas. Berikutnya diperlukan model, objek atau visi/imajinasi. Yang terakhir adalah si Pelukis itu sendiri.
Hasil dari lukisan tidak hanya menggambarkan keahlian si Pelukis dalam menggunakan peralatan, tetapi juga bagaimana visi/imajinasinya dan bagaimana cita rasa seninya. Lukisan dari seolah ahli tanpa imajinasi dan cita rasa seni pastilah akan terlihat ‘hambar’, gak dilirik orang dan nilainya biasa saja. Sedangkan Lukisan dari seorang yang punya imajinasi dan cita rasa seni – maka lukisannya menjadi lebih menarik dan bernilai tinggi.
Demikian pula Manajeman atau leadership adalah gabungan Seni dan Sains. Organisasi, SDM dan masalah didalamnya adalah objek. Ilmu manajemen dan pengalaman adalah keahlian yang diperlukan untuk memenej objek. Visi dan Imajinasi adalah bagaimana anda menggambarkan organisasi tersebut setelah anda mengelolanya. Sedangkan gaya manajemen atau memimpin adalah seni.
Organisasi yang stagnan adalah organisasi yang dibangun hanya dengan keahlian. Sedangkan Organisai yang berkembang adalah organisasi yang dibangun tidak hanya dengan keahlian, tetapi juga dengan visi. Bagaimana organisasi dikembangkan itu adalah seni.
Karena itu lupakan keahlian. Ilmu manajemen dan pengalaman adalah hal yang mudah didapat pada setiap pemimpin karena sudah menjadi syarat wajib pada saat mau diangkat menjadi pemimpin (kecuali organisasi atau orang yang ngangkat tersebut gak tau requirement apa yang diperlukan untuk mengangkat seorang pemimpin). Yang harus menjadi perhatian bagi pemilik perusahaan yang mau mengangkat seorang pemimpin adalah: Apakah calon pemimpin anda memiliki visi/imajinasi/wawasan dan cita rasa seni. Karena pemimpin yang mempunyai visi adalah pemimpin yang tahu betul bagaimana organisasi akan dikembangkan. Sedangkan gaya kepemimpinan akan mempercepat dan mempermudah tercapainya tujuan organisasi.
(C)Papario, Mei 2007
Footnote: Dalam bab akhir buku Re-Code Your Change DNA-nya Rhenald Kasali disebutkan bahwa Manajemen adalah Seni dan Sains.
Kategori: Leadership
Ditandai: amatir, cita, DNA, imajinasi, karya, kasali, keahlian, manajemen, manajer, masterpiece, organisasi, pelukis, pemimpin, rasa, Rhenald, sains, seni, visi
(C)Papario, Mei 2007
Saya sering bercerita kepada anak anak pada saat mereka mau tidur. Hal ini saya lakukan sejak mereka bayi sampai sekarang ( SD ). Baik cerita dongeng, cerita lucu sampai cerita cerita nabi. Tidak semua cerita nabi saya hafal tetapi sebagian besar sudah saya ceritakan.
Setiap bercerita tentang nabi, mereka bertanya hal hal sperti ini: ‘Kenapa nabi hanya ada 25 ?’. ‘Kenapa Tuhan menurunkan Nabi ?’, ‘Kenapa nabi Muhammad dijadikan Nabi yang terakhir ?’. Pertama tama memang agak susah menjawabnya. Karena saya tidak mau asal jawab. Karena setiap jawaban selalu dipegang erat dan tertanam dalam otaknya. Mereka adalah kertas putih yang sangat ingin ditulisi dengan hal hal yang baru.
Akhirnya setelah membaca berbagai referensi saya menemukan kesimpulan yang bagi saya merupakan jawaban. Sekali lagi ini adalah kesimpulan. Jawaban ini setahu saya belum pernah saya temukan dalam referensi manapun yang pernah saya baca. Kecuali mungkin secara eksplisit. Demikian jawaban saya kepada anak anak saya :
‘Allah selalu menghendaki umatnya untuk selalu menyembahNya dan hanya kepadaNya. Demikian dinamakan Tauhid. Sejak diciptakan manusia pertama (Adam As) perintah itu sudah jelas. Namun ketika beliau wafat – ajaran Tauhid kemudian menjadi langka. Sehingga Allah kemudian menurunkan nabi yang berikutnya agar Tauhid terpelihara. Setelah nabi berikutnya wafat, manusia kembali menyambah yang lain selain Allah sehingga diturunkanlah nabi yang berikutnya.
Demikianlah yang terjadi – mengapa Tuhan tidak pernah bosan mengirimkan utusannya dengan tujuan yang sama, yaitu: Agar manusia hanya menyembah Tuhan Allah saja dan tiada yang lain.
Sehingga jelas : semua nabi yang diturunkan Allah hanya mengajarkan satu ajaran – yaitu Tauhid. Semua tanpa terkecuali, sejak Nabi Adam, Nuh, Musa, Daud hingga nabi Isa. Pada akhirnya Tauhid yang diajarkan – kemudian disimpangkan oleh pengikutnya. Manusia kembali menyembah yang lain selain Allah.
Lantas kenapa setelah Muhammad tidak ada Nabi lagi ?. Sudah jelas toh !, sejak diturunkannya nabi Muhammad sebagai utusan Allah, hingga sekarang, ajaran tauhid tetap terpelihara : dalam Islam.
Seandainya saja ajaran Tauhid kembali langka, maka Tuhan pasti akan menurunkan nabi yang baru. Tetapi Tuhan telah menjanjikan bahwa setelah Muhammad, ajaran Tauhid akan terpelihara hingga akhir zaman. Karena itulah Nabi Muhammad adalah nabi yang terakhir’.
Kategori: Faith
Ditandai: adam, daud, isa, Muhammad, musa, nabi, nuh, rasul, rasulullah, tauhid, terakhir
(C)Papario, Mei 2007
Edited 29 November 2008 ( two first paragraph added)
Saya ingat beberapa minggu lalu menyaksikan ceramah Mario Teguh tentang Sukses dan Percaya Diri. Dikatakannya, kombinasi minder dan sombong akan membuat orang menjadi sukses yang rendah hati.
Saya juga ingat Wawancara CNBC dengan Warren Buffet, orang terkaya di dunia namun tidak pernah masuk kehidupan jet set dan selalu hidup bersahaja. BUffet memiliki perusahaan Berskhire Hathaway denagn 63 anak perusahaanya. Beliau memberikan kepercayaan penuh kepada para CEO & staff ahlinya yang muda muda, memberi tugas satu kali dan tidak pernah mengadakan rapat dengan mereka hingga waktunya rapat tahunan.
Dengan merendahkan hati, maka kita dapat membangun seorang manusia sukses yang percaya diri namun dapat rendah hati. Seorang Bapak dapat membangun anaknya menjadi seorang yang lebih unggul dari teman-temannya bahkan orang tuanya. Seorang Guru dapat membangun murid-muridnya berkompetensi lebih tinggi dan lebih berprestasi. Seorang Atasan dapat membangun karyawan yang handal dan membantunya meningkatkan kualitas kinerja unit kerja yang dibawahinya.
Dengan demikian – bukankah keberuntungan adalah milik orang yang rendah hati ?.
Lantas bagaimana seorang anak atau murid atau karyawan dapat menyampaikan sebuah kebenaran kepada orang yang tinggi hati ?. Ya – seringkali seorang harus ‘tricky’ alias cerdik. Kuncinya adalah : Sampaikanlah informasi pada waktu dan cara yang tepat.
Seorang yang tinggi hati perlu dijunjung egonya. Apabila itu sebuah teguran, maka sampaikan bahwa teguran itu untuk anda bukan dia. Apabila itu sebuah ide, kesankanlah bahwa ide itu dari dia bukan dari anda. Dari sini anda dapat menyadari bahwa anda sebenarnya lebih pandai dari dia.
Kategori: Leadership · Life
Ditandai: hati, ide, keberuntungan, look, pandai, rendah, talking, tricky, who
(C)Papario, Mei 2007
Setiap orang membutuhkan kebenaran dan kebenaran datang dengan berbagai cara. Uniknya tidak semua orang dapat menerima kebenaran dengan mudah bahkan jika kebenaran itu disampaikan dengan cara yang sangat mudah.
Look who’s talking – begitu katanya. ‘Siapa dulu yang ngomong’ begitu kira kira artinya. Sebuah kebenaran atau berita atau ilmu yang disampaikan oleh seorang anak kepada bapak-ibu nya atau seorang murid kepada gurunya atau seorang pegawai kepaad atasannya – sering kali tidak mudah diterima atau bahkan sering diabaikan. Namun sebuah kebenaran atau ilmu atau berita yang disampaikan oleh seorang yang dianggap ‘lebih pandai’ atau terhormat dari si ‘pendengar’ maka bila itu sebuah kebohongan pun akan diterima bulat-bulat.
Bagi seorang yang rendah hati – umumnya dapat menerima kebenaran apapun dari siapapun. Seorang Bapak dapat menerima ilmu tauhid dari anaknya yang kebetulan belajar di pesantren. Seorang Guru dapat menerima sains modern dari muridnya yang doyan main internet. Seorang atasan dapat menerima kelebihan karyawannya yang lebih pandai darinya.
Beruntunglah orang yang rendah hati. Karena lebih banyak kebenaran yang diterima dan menjadi maslahat baginya dan bagi orang disekitarnya. Dan orang yang tinggi hati akan lebih tertutup hatinya dan semakin sulit jalan hidupnya.
Kategori: Leadership · Life
Ditandai: hati, kebenaran, keberuntungan, kunci, look, maslahat, rendah, talking, who
Huuu huuu huuuu ;( … … XBOX-ku belum bener – bener juga… udah 4 bulan gak bisa maen game nih. Maen terakhir Januari – pas game game XBOX udah gak terbit lagi judul barunya. Untung pas rilis terakhir desember 2006 sudah kebeli semua dan udah tamat semua.
Mau maen di PC, PC nya blom di upgrade. Apalagi maen di PC kayaknya jadi mahal deh ongkosnya.. setiap ada game baru – kudu upgrade memorynya lah, grafik cardnya lah, belom lagi kalo gak berhasil install gara gara itu game bajakan.
Mau beli XBOX 360 — selain karena blom punya duit, masih belum yakin gara gara isu 3RL, dan blom bisa save ke HD. Gamenya sih udah banyak dan bagus bagus lagi. Kalah deh PS3 ( udah mahal, gamenya dikit, beberapa bahasa jepang lagi). Oya, blum lagi beli TV HDMI biar grafiknya byaaar !.
Akhirnya buat hiburan — koleksi DVD film serial TV. Mulai dari Steven Spielberg ‘Taken‘, ‘4400′, ‘Supernatural’, ‘Dresden Files’, ‘The Triangle’, ‘Smallville’ sampai ke serial ‘Heroes’. Rata rata Sci-Fi. Kayaknya ntar lagi mau koleksi ‘Eureka’, ‘The Unit’ sama ‘Painkiller Jane’. Lumayan. Sambil nabung biar dananya cukup bwat beli XBOX360. Pingin lihat Ninja Gaiden di 360 sehebat apa grafiknya.
Kategori: Curhat
Ditandai: gaiden, ninja, smallville, spielberg, supernatural, XBOX
Proloog: Marketing For Dummies. Judul ini sudah pernah terbit dalam berbagai edisi oleh berbagai pengarang. ‘Marketing for Dummies’ oleh C. Smith and Alexander Hiam, April 2006, ‘Small Business Marketing for Dummies’ oleh Barbara Findlay Schenck, Feb 2005, ‘Marketing Kit for Dummies (Business & Personal Finance)’ oleh Alexander Hiam, Nov 2004, ‘Network Marketing for Dummies’ oleh Zig Ziglar and John P. Hayes, Jan 2001, ‘Internet Marketing for Dummies’ oleh Frank Catalano and Bud E. Smith, Nov 2000, dan masih banyak lagi.
Berbeda dengan materi Marketing For Dummies versi saya, lebih kepada perspektif yang lebih sederhana, perspektif yang lebih unik tapi umum, sambil mendidik non-marketer untuk mengetahui betapa menariknya dunia marketing. Saya ingin mengajak peminat Marketing untuk tidak hanya Profesional Marketer, tetapi lebih dari itu, yaitu menjadi Enterpreneur Marketer.
Untuk sementara judul tulisan ini tetap Marketing for Dummies. Sambil mencari judul yang lebih tepat. Kalo di bahasa Indonesiakan, kurang pas sih, “marketing untuk orang goblok’, yaa gak sopan toh, .. nanti gak ada yang minat untk mbaca. yaa nanti sajalah kita pikirkan judulnya. Saya menerima sumbangan ide, namun sebelum ngusulin, ngertiin dulu konten tulisan tulisan saya baru komen.
Marketing for Dummies #2: Narrow the Brand For Higher Revenue ?
Dalam salah satu materi yang saya dapatkan pada pendidikan di MarkPlus untuk mendapatkan predikat Brand Specialist Bulan Februari 2007 yang lalu, disebutkan bahwa salah satu cara untuk meningkatkan revenue dan memperluas cakupan pasar adalah dengan melakukan ‘Leveraging The Brand’. Ada empat teknik untuk itu, yaitu ‘Stretching The Brand’, ‘Brand Extension’, ‘Co-Branding’ dan ‘Line Extension’.
Stretching The Brand adalah memperluas segment dari suatu jenis produk. Contoh: Intel mengeluarkan beberapa versi mikroprosesor terbaru yaitu Centrino Duo dan Celeron-M, Yamaha mengeluarkan sepeda motor untuk wanita: Mio..
Brand Extension adalah mengeluarkan produk dengan jenis yang sama sekali baru. Misalnya Microsoft selain mengeluarkan Sistem Operasi & Software Aplikasi, juga mengeluarkan Microsoft Zune (pesaing ipod) dan XBOX (pesaing PS2).
Co-branding adalah kerjasama dua atau lebih brand dimana nama kedua brand tetap ada. Contoh : Kartu Kredit Kartu Belanja – GE Finance, Kartu Kredit BCA – Visa, Sony- Ericsson, IBM – Intel, BNI – Indosat.
Line extension adalah versi baru dalam kelas yang sama. Misalnya variasi Coca cola classic, Coca cola diet, Cocacola light.
Namun seperti yang pernah saya sampaikan di tulisan sebelumnya dalam ‘You dont have to go to Venus to find Marketing, Marketing is all around You’ ( weeehhh , panjang banget ya judulnya…), saya sebutkan bahwa keunikan ilmu marketing adalah bahwa semua teori dalam marketing adalah benar dan tidak ada yang salah.
Jika strategi menaikkan revenue adalah dengan Leveranging the Brand, yaitu memanjangkan, memperluas, memperbesar, maka paradoks dari teori diatas juga bisa benar. Dengan ‘Narrow The Brand’ (menyempitkan Brand) kita pun dapat menghasilkan goal yang sama: Peningkatan Revenue.
Gak percaya ?. Itu kata rekan rekan saya di kelas kursus Brand – termasuk instrukturnya. Contoh yang saya maksud adalah strategi yang dilakukan oleh Prudential dengan meng-kompress produknya menjadi satu: PruLink – terjadilah peningkatan revenue yang luar biasa. Contoh lain misalnya Cigna. Mereka juga membuang portofolio lain selain telemarketing dan menjadi besar di ‘niche’ market tersebut.
(c)Papario, Mei 2007
Trivia: Studi kasus berdirinya perusahaan Axa-Mandiri oleh Axa Financial dan Bank Mandiri dengan brand UnitLink Bancassurance menjadi sukses dalam ‘semalam’. Berdasarkan teori yang disebutkan diatas, termasuk strategi apakah yang dilakukan oleh Axa & Mandiri ?.
Kategori: Marketing
Ditandai: brand, branding, cigna, dummies, enterpreneur, goblok, leveraging, Marketing, markplus, narrow, niche, paradox, professional, prudential, revenue, specialist, telemarketing
Berikut ini contoh suksesor yang merombak habis konsep dan organisasi yang secara bertahun tahun membawa sukses sebuah perusahaan besar. (Disarikan dari buku Re-Code your change DNA – Rhenald Kasali).
Kenal INTEL ?. Dibawah kepempinan Andrew ‘Andy’ S Groove seorang tokoh spiritual dan kharismatik dalam industri teknologi informasi (TI) dunia, INTEL menjadi perusahaan kelas dunia yang menjadi kiblat perkembangan dunia TI. Dibawah kepemimpinan Andy, insinyur (engineer) ‘rule’ the organization (baca bukunya dong, biar jelas). Setiap 18 bulan seri terbaru rekayasa mikroprocessor hasil kerja keras para insinyur, terbit.
Setelah Andy pensiun, jabatan CEO Intel dipegang oleh Paul S. Otellini. Apa yang dilakukan Otellini ternyata mengejutkan. Ia mempunyai visi yang lain dengan menggagas konsep ‘multi-core processor’/parallelisme yang melawan rumus yang selama ini menjadi ‘rule’ di Intel (hukum Moore). Sejumlah insiyur hengkang dari Intel ketika proyek pengembangan Pentium 4 dihentikan Otellini.
Otellini sebenarnya adalah seorang yang dapat ‘melihat tanda tanda zaman’. Ia beberapa kali menyampaikan ‘ramalan-ramalan’-nya tentang kecenderungan penggunaan TI di masa depan dan sebagian ramalannya telah menjadi kenyataan. Misalnya mengenai ancaman – ancaman yang datang bertubi tubi: Processor baru dari AMD (ophteron & Athlon 64), Dell – raja pasar PC beralih dari Intel ke AMD, pertemanan dengan Microsoft bubar ketika Microsoft yang tadinya bersama intel mengembangkan XBOX, menggandeng IBM untuk penggunaan chip ‘cell’ XBOX360nya. Bayangkan saja, Intel yang sukses dengan centrino-nya kemudian mengambangkan Desktrino – yang punya ‘dua otak’ – namun disalip oleh IBM dengan ‘cell processor’ yang punya ‘delapan otak’ yang bekerja sekaligus.
Tiada jalan lain bagi Otellini sang visioner, untuk banting setir. Otellini kemudian merekrut orang orang dari berbagai disiplin ilmu berbagai bangsa mulai dari seniman, ahli kesehatan, pembuat ponsel sampai disainer, untuk bekerja bersama sama para insinyur meengambangkan platform baru. Tidak ada lagi warga kelas satu yang tadinya diisi oleh para insinyur.
NYALI – adalah salah satu yang harus dipunyai seorang pemimpin. Otellini kemudian menugaskan Eric B. Kim – direktur pemasaran baru , orang Korea yang direkrut dari Samsung – untuk presentasi diacara rapat tahunan yang dihadiri juga oleh sekitar 300 manajer pada Oktober 2005. Rapat itu juga dihadiri pemimpin yang sangat dihormati seluruh karyawan Intel : Andy S. Groove.
Disitu Kim dengan ‘darah dingin’ mengusulkan untuk membunuh segala legacy (warisan) yang dibangun Groove: Logo, symbol ‘e’, kata ‘Intel Inside’, produk, merek Pentium dan sebagainya. Semua hadirin menjadi ‘ciut’ mengingat suara bariton Andy saat ia meledak marah.
Diluar dugaan Andy ternyata tidak marah, tidak merasa terhina. Ia menerima semua rencana itu dengan lapang dada. Ia (Andy) lalu berkata “…Saya melihat program ini sebagai salah satu menifestasi terbaik yang pernah saya lihat disini, yang menggabungkan nilai – nilai Intel: Pengambilan risiko, kedisiplinan dan orientaasi pada hasil. Saya mendukung sepenuhnya.’
Itulah awal dari sebuah proses perubahan yang membawa Intel ke dunia yang sama sekali baru. Tiada lagi yang meragukan rencana Otellini. Disisi lain kita lihat Jiwa Besar Andy S. Groove sebagai seorang pemimpin besar.
Kategori: Leadership
Ditandai: AMD, besar, cell, CEO, dentrino, DNA, groove, IBM, intel, IT, jiwa, kasali, konsep, korea, legacy, manifestasi, microsoft, moore, multi core, nyali, organisasi, otellini, paralellisme, pemimpin, platform, processor, Rhenald, rombak, rule, samsung, suksesor, tanda, warisan, XBOX, XBOX360, zaman